Uncategorized
Home / Uncategorized / Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik

Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik

Jakarta, Beritago.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan komitmennya memperkuat peran media dalam menjaga kualitas informasi publik melalui pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa.

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis SMSI sebagai konstituen Dewan Pers untuk ikut merawat desa sebagai bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., mengatakan desa harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan nasional, bukan sekadar wilayah yang berada di luar pusat perhatian.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, di tengah situasi publik yang diwarnai berbagai informasi mengenai eskalasi demonstrasi dan kondisi keamanan Ibu Kota.

Kodam XVIII/Kasuari Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Kebakaran

Kehadiran Hasyim S. Djojohadikusumo sebagai keynote speaker dalam dialog nasional sekaligus memberikan gambaran langsung bahwa situasi Jakarta tetap aman dan kondusif.

“Saya percaya SMSI. Saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” kata Hasyim.

Adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto itu menilai kegiatan SMSI bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi juga menjadi bentuk konfirmasi faktual mengenai kondisi Jakarta.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata. Di sini Jakarta aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” ujarnya.

Media Diminta Sajikan Informasi Utuh

Dalam kesempatan tersebut, Hasyim mengingatkan insan pers agar tidak menyajikan informasi secara sepotong-sepotong yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

125 Personel Bergerak Kendalikan Karhutla Oyya

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun pemahaman publik, terlebih ketika masyarakat menghadapi derasnya arus informasi di tengah situasi sosial dan politik yang dinamis.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegas Hasyim.

Ia secara khusus menyoroti fenomena pemberitaan yang melepaskan suatu informasi dari konteksnya. Menurut Hasyim, informasi yang tidak disampaikan secara utuh dapat menimbulkan persepsi keliru dan mendistorsi kebijakan pemerintah yang sedang menjadi prioritas.

Untuk memperkaya perspektif pemerintah, Hasyim mengungkapkan pihaknya telah mengagendakan dialog dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di antaranya dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dialog tersebut diharapkan dapat menghasilkan masukan, koreksi, sekaligus rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Kodim 1801/Manokwari Sosialisasikan Pencegahan Karhutla kepada Warga Kampung Bedip Matoa

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” tambahnya.

Lima Provinsi Jadi Pilot Project

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi sebagai proyek percontohan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Firdaus menjelaskan kelima provinsi tersebut menjadi pilot project sebelum program Newsroom Jaga Desa dikonsolidasikan secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” jelas Firdaus.

Menurutnya, keberadaan newsroom tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi media dalam mengangkat berbagai potensi, persoalan, serta dinamika pembangunan desa berdasarkan data dan fakta.

Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga mendapatkan ruang yang lebih besar untuk menyampaikan potensi dan kebutuhan masyarakat secara proporsional.

Dorong Pembenahan Gedung Dewan Pers

Dalam kegiatan tersebut, Firdaus juga menyampaikan gagasan mengenai perlunya peningkatan fasilitas Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah kurang representatif untuk menunjang aktivitas organisasi pers.

Menurut Firdaus, Gedung Dewan Pers memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu episentrum kegiatan pers nasional.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (konstituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” urainya.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Hasyim. Ia menyatakan akan menindaklanjutinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” kata Hasyim.

Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan dan aplaus dari peserta yang hadir.

Kegiatan pengukuhan dihadiri sekitar seratus peserta dan undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan pandangan kritis. Diskusi tersebut dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, guru besar dari PTIK, yang mampu mengarahkan pembahasan secara bernas hingga kegiatan berakhir.

Melalui pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI menempatkan media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional—terutama dalam memastikan suara dan potensi desa mendapat ruang pemberitaan yang berimbang, faktual, dan bertanggung jawab.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUT RI – 81th

HUT RI-81th

Inspektorat Daerah Papua Barat

Populer Minggu ini

Pilihan Berita Terbaik

Ucapan

Banner Hari Lahir Pancasila

Kebangkitan Nasional

Banner

× Advertisement
× Advertisement