Manokwari, Beritago.com — Pemilihan Duta Baca Tingkat SMA se-Provinsi Papua Barat terpaksa ditunda setelah kabut asap mengganggu penerbangan dari sejumlah daerah menuju Manokwari, Selasa (6/10/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peserta dari Kabupaten Kaimana dan Fakfak yang dijadwalkan mengikuti seleksi secara tatap muka tidak dapat tiba di Manokwari. Sejumlah penerbangan menuju Bandara Rendani Manokwari dibatalkan akibat jarak pandang yang dinilai tidak memungkinkan untuk penerbangan.

Ketua Dewan Juri sekaligus narasumber Pemilihan Duta Baca, Prof. Dr. Ir. Risma H.S., mengatakan keputusan untuk menunda pelaksanaan seleksi terhadap kedua peserta dari kabupaten Fakfak dan Kaimana. Hal ini disampaikan setelah pihaknya menerima informasi dari panitia Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Papua Barat.
Menurut Risma, guru pendamping peserta dari Kaimana telah menyampaikan permohonan agar tahapan penyampaian visi, misi, serta program calon Duta Baca tetap dapat dilaksanakan secara daring.
“Karena pembatalan keberangkatan mereka menggunakan pesawat, guru pendamping peserta meminta maaf kepada kami karena tidak bisa hadir mengikuti seleksi. Mereka meminta agar penyampaian visi, misi, dan program sebagai calon Duta Baca dilakukan melalui Zoom secara online besok,” jelas Risma.

Kendala serupa juga dialami peserta dari Kabupaten Fakfak. Peserta disebut telah berada di Sorong, namun belum dapat melanjutkan perjalanan ke Manokwari karena kondisi kabut asap yang kembali mengganggu penerbangan.
“Peserta perwakilan dari Kabupaten Fakfak sudah berada di Sorong, tetapi karena kendala asap, penerbangan mereka hanya bisa sampai di Sorong. Jadi, besok kami akan melaksanakan kegiatan pemilihan Duta Baca secara online,” ujar Risma.
Sebelumnya, Pemilihan Duta Baca Tingkat SMA se-Provinsi Papua Barat dijadwalkan berlangsung secara offline atau tatap muka selama dua hari, Selasa hingga Rabu, di salah satu hotel di Manokwari. Dan hari ini telah selesai dilakukan seleksi terhadap 5 peserta perwakilan dari kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, Teluk Wondama dan kabupaten Pegunungan Arfak.
Namun, kondisi cuaca dan kabut asap yang menyelimuti Manokwari serta sejumlah wilayah lainnya membuat pelaksanaan agenda tersebut harus menyesuaikan kondisi penerbangan.
Kabut asap yang menyelimuti Manokwari pada Selasa (6/10/2026) juga berdampak terhadap operasional penerbangan komersial maupun perintis dari dan menuju Bandara Rendani. Berkurangnya jarak pandang menjadi salah satu faktor yang menghambat aktivitas penerbangan.
Dengan perubahan skema tersebut, tahapan seleksi Duta Baca akan dilanjutkan secara daring. Peserta dari daerah yang belum dapat tiba di Manokwari tetap diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, dan program mereka sebagai calon Duta Baca melalui platform Zoom.
Penyesuaian ini dilakukan agar proses pemilihan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan penerbangan dan kondisi peserta dari berbagai kabupaten.[ars]









Comment