Manokwari, Beritago.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menegaskan dirinya tidak memberikan dukungan khusus kepada kandidat mana pun dalam pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat.
Penegasan tersebut disampaikan Dominggus saat memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lapangan upacara Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Senin (7/9/2026).
Menurut Dominggus, menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI Papua Barat, sejumlah pihak yang berpotensi maju sebagai kandidat telah datang untuk meminta doa restu. Namun, ia memastikan tidak ada satu pun kandidat yang memperoleh dukungan khusus darinya.
“Sebagai orang tua dan mantan Ketua KONI, banyak yang datang meminta doa restu. Namun, tidak ada secara khusus saya dukung seseorang,” tegas Dominggus.
Ia menegaskan, para ketua cabang olahraga (cabor) memiliki kebebasan penuh untuk menentukan pilihan politik organisasinya dalam Musprovlub KONI Papua Barat.
Dominggus juga meminta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjabat sebagai ketua cabor agar tidak menganggap dirinya memberikan arahan tertentu dalam menentukan kandidat yang harus dipilih.
“Dukungan saya kepada setiap kandidat dan ketua-ketua cabor bebas memilih serta menentukan arah kepada kandidat siapa dukungannya,” ujarnya.
Dominggus mengatakan Musprovlub KONI Papua Barat tidak lama lagi akan digelar untuk menentukan kepemimpinan baru organisasi olahraga tersebut.
Ia menjelaskan, dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua KONI Papua Barat sejak Juni 2024. Setelah itu, kepemimpinan KONI Papua Barat dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum, Jhon Saiba, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat.
Menurutnya, proses pergantian kepemimpinan KONI harus menjadi ruang bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk menentukan sosok yang dinilai mampu membawa organisasi dan prestasi olahraga Papua Barat ke arah yang lebih baik.
Selain persoalan dukungan kandidat, Dominggus juga membantah informasi yang menyebut dirinya memberikan dana pribadi sebesar Rp500 juta untuk pelaksanaan Musprovlub KONI Papua Barat.
Ia menegaskan, biaya pelaksanaan kegiatan tersebut telah dialokasikan melalui anggaran pemerintah, bukan berasal dari dana pribadi gubernur.
“Ada informasi yang sudah tersebar bahwa saya memberikan dukungan berupa dana pribadi untuk segera menggelar musyawarah. Tidak benar. Itu sudah dianggarkan menggunakan dana pemerintah, bukan saya,” tegasnya.
Dominggus kembali menekankan bahwa dirinya tidak ingin posisinya sebagai gubernur maupun mantan Ketua KONI ditafsirkan sebagai bentuk keberpihakan kepada salah satu kandidat.
Ia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada para pemilik suara dalam Musprovlub.
“Saya tegaskan kembali, tidak ada arahan khusus dari saya untuk memilih kandidat siapa. Semua tergantung ketua cabor masing-masing. Semua kandidat saya restui, tidak ada dukungan khusus kepada salah satu kandidat,” tandas Dominggus.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kontestasi Ketua KONI Papua Barat tidak boleh dikendalikan oleh kepentingan pribadi maupun intervensi kekuasaan.[ars]









Comment