Peserta Fakfak Raih Juara Duta Baca Papua Barat. Penyematan Selempang Duta Baca dan Piala diterima langsung oleh Kepala DInas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Fakfak (kanan) Rabu,(7/10/26)
Manokwari, Beritago.com — Pemilihan Duta Baca Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 resmi berakhir, Rabu (7/10/2026), dengan menetapkan Bertrand Axelino Wouw, siswa SMA Negeri 1 Fakfak, sebagai juara pertama.
Bertrand berhasil meraih posisi teratas setelah mengikuti rangkaian seleksi bersama enam peserta lainnya yang merupakan perwakilan dari Kabupaten Pegunungan Arfak, Kaimana, Fakfak, Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.

Ketua Dewan Juri Duta Baca, Prof. Dr. Ir. Risma H.S. Siburian, S.Hut., S.Mi., mengatakan seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi. Menurutnya, persaingan berlangsung ketat karena perbedaan nilai antarpeserta sangat tipis.
“Semua peserta adalah yang terbaik dan hebat. Mereka mampu menjawab dengan jelas apa yang ditanyakan oleh dewan juri. Jika belum terpilih sebagai juara, jangan berkecil hati karena kalian adalah siswa-siswi hebat yang mewakili setiap daerah,” kata Risma.
Ia menegaskan, status sebagai Duta Baca tidak hanya ditentukan oleh hasil perlombaan, tetapi juga oleh semangat para peserta untuk membawa gerakan literasi ke daerah masing-masing.
“Kalian membawa api semangat literasi ke daerah masing-masing karena kalian adalah Duta Baca,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Bertrand Axelino Wouw dari SMA Negeri 1 Fakfak ditetapkan sebagai Juara I.
Juara II diraih Hillary Wambrauw dari SMA Katolik Villanova Manokwari, sedangkan Juara III diraih Beatriks Paduay dari SMK Negeri Tandia, Kabupaten Teluk Wondama.
Risma juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pendamping yang turut mendukung peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Papua Barat serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Papua Barat, Marthen L. Kocu, S.H., M.H., melalui Sekretaris Dinas, Salomon Jitmau, mengajak seluruh peserta tetap menjalankan peran sebagai Duta Baca di daerah masing-masing.
Ia mendorong para peserta untuk menjadi penggerak budaya membaca dengan mengajak sedikitnya satu orang setiap hari untuk membaca.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca masyarakat di masing-masing daerah.
Salomon juga menilai berbagai gagasan dan program yang disampaikan peserta selama proses seleksi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi program literasi di daerah.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah masing-masing dapat memberikan dukungan sehingga gagasan para Duta Baca tidak berhenti pada ajang pemilihan, tetapi dapat diwujudkan dalam gerakan literasi yang berkelanjutan.
“Program-program yang dijabarkan peserta saat seleksi sangat bagus. Hendaknya dapat diprogramkan dan didukung oleh pemerintah daerah masing-masing,” pungkasnya.[ars]









Comment