Daerah
Home / Daerah / 37 Tahun Mengabdi, Eduard Dilepas dengan Apresiasi Sekda

37 Tahun Mengabdi, Eduard Dilepas dengan Apresiasi Sekda

Manokwari, Beritago.com — Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, memberikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pensiun setelah puluhan tahun mengabdikan diri kepada pemerintah dan masyarakat.

‎Apresiasi tersebut disampaikan Temongmere dalam apel gabungan ASN Pemerintah Provinsi Papua Barat, Senin (31/8/2026), kepada Eduard Sihombing, SH, yang resmi memasuki masa pensiun setelah mengabdi sebagai ASN selama 37 tahun 6 bulan.

Momen saat Sekda Papua Barat memberikan apresiasi kepada Eduard Sihombing didepan para ASN saat apel gabungan,di lapangan upacara kantor Gubernur Papua Barat,Senin(31/8/26)

Sihombing sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subbagian Koordinasi Pembangunan Ekonomi Kerakyatan pada Biro Otonomi Khusus Setda Papua Barat.

‎Di hadapan para peserta apel, Temongmere secara khusus meminta Sihombing berdiri di sampingnya sebelum apel berakhir. Ia kemudian menyampaikan penghargaan atas pengabdian panjang yang telah diberikan.

‎“Terima kasih atas pengabdian selama ini. Tetap semangat. Pensiun bukan berarti berhenti dari aktivitas segala-galanya,” ujar Temongmere.

‎Menurut Temongmere, masa pensiun seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai fase baru dalam kehidupan yang tetap dapat diisi dengan aktivitas produktif.

‎“Pensiun bukan akhir dari segalanya. Pensiun itu bukan momok yang menakutkan. Itu hal yang biasa ketika memasuki masa tua. Carilah kesibukan,” katanya.

Eduard Sihombing juga mendapatkan apresiasi dan dukungan semangat dari rekan kerja saat apel gabungan.Foto: Beritago

‎Ia bahkan mendorong ASN yang masih aktif, khususnya generasi muda, agar terus meningkatkan pendidikan dan mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi menjadi aparatur pemerintah.

‎Temongmere menyarankan ASN untuk tidak berhenti belajar dan, jika memiliki kesempatan, melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.

‎“Pendidikan itu sangat perlu. Ambil gelar doktor saat masih mampu. Banyak perguruan tinggi di sini yang menunggu untuk menjadi pengajar, supaya ketika pensiun ada kesibukan untuk mengajar lagi,” ujarnya.

‎Ia menekankan pentingnya seseorang tetap berpikir, memiliki rencana, dan menjaga semangat untuk menjalani kehidupan setelah pensiun.

‎“Seorang ahli mengatakan, saya hidup, saya berpikir, maka saya ada. Kalau mau umur panjang, jadilah orang yang terus berpikir. Karena kalau tidak berpikir lagi, tidak ada perencanaan lagi, maka hidup ini sudah selesai,” tutur Temongmere.

‎Dalam suasana apel yang berlangsung serius namun sesekali diselingi humor, Temongmere juga mengingatkan para ASN agar tidak kehilangan semangat merawat diri setelah memasuki masa pensiun.

‎“Jangan langsung penampilan jadi tidak terurus, rambut panjang, jenggot panjang seperti orang tidak bergairah untuk hidup ketika pensiun,” ujarnya disambut suasana ringan di tengah peserta apel.

‎Temongmere kembali menegaskan bahwa berakhirnya masa kedinasan tidak berarti berakhir pula kesempatan seseorang untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

‎Ia juga mengakui bahwa menjadi ASN tidak selalu memberikan bonus khusus ketika memasuki masa pensiun sebagaimana yang mungkin diterima sebagian pekerja di sektor swasta.

‎“Memang menjadi ASN itu tidak ada bonus ketika pensiun, seperti di perusahaan-perusahaan swasta. Tapi saya mau sampaikan, yakinlah bahwa pengabdian saudara Tuhan sudah hitung dan akan mengembalikan kepada saudara pada waktunya nanti,” katanya.

‎Sebelum menutup apel, Temongmere juga mengajak seluruh ASN Pemerintah Provinsi Papua Barat memberikan sumbangan secara sukarela kepada Eduard Sihombing sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan sekaligus membantu meringankan beban yang bersangkutan memasuki masa pensiun.

‎Sementara itu, Eduard Sihombing menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Sekda Papua Barat di hadapan para ASN.

‎Menurutnya, apresiasi tersebut memiliki makna tersendiri setelah puluhan tahun menjalankan tugas sebagai ASN.

‎“Ini merupakan pertama kali dalam sejarah selama saya menjadi ASN maupun selama pemerintahan berdiri mendapatkan apresiasi langsung dari Sekda di depan ASN yang lain,” ungkap Sihombing.

‎Ia berharap perhatian yang diberikan pemerintah tersebut dapat menjadi teladan bagi ASN lainnya, terutama generasi muda yang masih menjalankan tugas pemerintahan.

‎“Saya juga berharap keteladanan ini menjadi contoh bagi ASN yang muda-muda,” ujarnya melalui media ini.

‎Selain menyampaikan rasa terima kasih, Sihombing juga mengungkapkan persoalan administratif yang masih dihadapinya menjelang masa pensiun. Ia berharap adanya kebijakan terkait mekanisme pengembalian tunjangan anak yang menurutnya menjadi kewajiban berdasarkan ketentuan dalam SK PP.

‎“Saya berkewajiban melakukan pengembalian atas tunjangan anak selama 6 tahun 8 bulan untuk satu orang anak yang sudah saya terima,” jelasnya.

‎Sihombing berharap pengembalian tersebut dapat diberikan keringanan dalam mekanisme pembayaran, khususnya agar tidak dilakukan sekaligus dengan memotong seluruh tunjangan hari tua yang akan diterimanya.

‎“Mungkin ada keringanan waktu pembayaran, dicicil, jangan dipotong sekaligus pada tunjangan hari tua saya nantinya. Saya sudah menyurat, tetapi belum ada keputusan yang saya terima saat ini,” pungkasnya.[ars]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUT RI – 81th

HUT RI-81th

Inspektorat Daerah Papua Barat

Populer Minggu ini

Pilihan Berita Terbaik

Ucapan

Banner Hari Lahir Pancasila

Kebangkitan Nasional

Banner

× Advertisement
× Advertisement