Manokwari, Beritago.com — Keputusan Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru mendapat apresiasi dari anggota DPRK Manokwari dari Partai Golkar, Norman Tambunan, S.E.
Menurut Norman, langkah Bupati Manokwari Hermus Indou menyiapkan TPA baru merupakan keputusan strategis dan tepat untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, termasuk kebakaran yang berulang terjadi di TPA lama di Kampung Masiepi, Distrik Manokwari Selatan.

Foto: ist
Ia menilai pembangunan TPA baru akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang, terutama karena kapasitas TPA lama dinilai tidak lagi sebanding dengan volume sampah yang terus meningkat.
“Langkah yang diambil Bupati Manokwari ini cepat dan tepat. Memang sudah seharusnya Manokwari memiliki TPA yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Norman,Selasa(25/8/26).
Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan TPA baru direncanakan memiliki luas lebih dari 60 hektare. Lokasinya juga dinilai cukup strategis karena masih memiliki akses yang relatif dekat dengan pusat Kota Manokwari, namun berada cukup jauh dari kawasan permukiman.
“Lahan yang disiapkan rencananya lebih dari 60 hektare. Jaraknya juga strategis karena tidak terlalu jauh dari Kota Manokwari, tetapi sudah jauh dari permukiman. Dengan begitu, pengelolaan sampah di lokasi baru diharapkan tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Norman juga mengapresiasi respons Bupati Hermus Indou bersama jajaran pemerintah daerah dalam menangani persoalan kebakaran di TPA Masiepi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak lagi bisa ditangani hanya dengan langkah sementara, tetapi membutuhkan solusi jangka panjang dan terencana.
“Bupati saat ini begitu peduli dengan masyarakat Manokwari. Ketika terjadi kebakaran di TPA, bupati bersama jajarannya sigap mencari dan memberikan solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat turut memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan TPA baru tersebut. Sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat, kata Norman, Manokwari membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan mampu mengantisipasi pertumbuhan penduduk serta aktivitas perkotaan.
“Persoalan sampah di TPA Masiepi saat ini menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi pemerintah daerah bersama masyarakat. Apalagi lokasinya tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Papua Barat di Arfai,” ujarnya.
Norman menegaskan, pembangunan TPA baru sudah menjadi kebutuhan mendesak. Ia menyebut volume sampah rumah tangga di Manokwari diperkirakan mencapai sekitar 150 ton per hari, sehingga diperlukan fasilitas pembuangan akhir dengan kapasitas dan pengelolaan yang memadai.
“Sudah selayaknya pemerintah daerah membangun TPA baru karena TPA lama sudah tidak mampu menampung sampah rumah tangga yang setiap hari terus meningkat. Sekitar 150 ton sampah rumah tangga dihasilkan setiap hari di Manokwari. Karena itu, saya pribadi sangat mendukung langkah tepat yang diambil Bupati Hermus dan berharap persoalan sampah dan kebakaran TPA tidak terus berulang dan membebani masyarakat”,tandasnya.[**]









Comment