Manokwari, Beritago.com — Aksi kemanusiaan Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Provinsi Papua Barat untuk membantu masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak bencana berhasil mengumpulkan bantuan tunai sebesar Rp162,6 juta.

Dana tersebut dihimpun selama empat hari melalui aksi penggalangan dana secara langsung di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Manokwari. Ketua Umum PRBF Papua Barat, Clinton Tallo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan.
“Total hasil penggalangan dana mencapai Rp162,6 juta. Ini murni hasil dari Flobamora yang turun langsung melakukan penggalangan dana di jalan,” kata Clinton kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, besarnya dukungan yang diberikan masyarakat Papua Barat menjadi bukti kuat bahwa kepedulian kemanusiaan tidak dibatasi oleh jarak maupun daerah asal.
Clinton mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Papua Barat, khususnya warga Manokwari, terhadap saudara-saudara mereka di Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Atas nama masyarakat Flobamora, khususnya saudara-saudari kami di Flores, Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan penghargaan, terima kasih, dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari, atas sumbangsih yang diberikan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai lembaga, organisasi, komunitas, serta masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut, baik dengan turun langsung ke jalan maupun memberikan dukungan dalam bentuk lainnya.
Donasi Masih Dibuka
Meski penggalangan dana secara langsung di jalan telah berakhir, PRBF Papua Barat masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan.
Donasi dapat diserahkan melalui Posko Bencana Flores PRBF Papua Barat di Molas Café, Reremi Puncak, Kabupaten Manokwari.
Bantuan yang diterima tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga bahan pangan, obat-obatan, serta pakaian layak pakai. Seluruh bantuan tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Flores.
Untuk mendukung proses pengiriman, PRBF Papua Barat juga mendapat dukungan fasilitas dari PT Pelni, sehingga bantuan dapat dikirimkan tanpa biaya angkut kepada masyarakat yang membutuhkan.
Clinton menegaskan, transparansi menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bantuan. PRBF Papua Barat akan menyampaikan perkembangan terkait pengiriman dan penyaluran bantuan melalui media massa.
“Kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya melalui media massa sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Kami juga menjamin seluruh bantuan yang terkumpul akan dikirimkan untuk membantu meringankan beban masyarakat Flores,” tegasnya.
Ia menambahkan, berakhirnya penggalangan dana di jalan tidak berarti berakhir pula kepedulian terhadap korban bencana.
“Berakhirnya penggalangan dana di jalan bukan berarti berakhirnya kepedulian. PRBF Papua Barat masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi hingga bantuan tersebut disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” tandas Clinton.[ars]









Comment