Manokwari, Beritago.com – Kontingen Kalimantan Selatan tetap optimistis meraih prestasi terbaik pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, meski harus menjalani persiapan yang relatif singkat akibat ketidakpastian anggaran keberangkatan.
Ketua LPPD Kalimantan Selatan, Lukito Andi Wigiarto, mengatakan pihaknya mengirim sebanyak 63 peserta ke Manokwari. Kedatangan kontingen dibagi dalam dua gelombang, yakni 31 orang pada sesi pertama dan 32 orang pada sesi kedua.
“Untuk mengikuti sesi pertama yang tiba sebanyak 31 orang, sedangkan sesi kedua sebanyak 32 orang,” ujar Lukito di Hotel Triton, Manokwari, Jumat (26/6).
Ia menjelaskan, persiapan kontingen baru dapat dimaksimalkan sejak Februari lalu karena sebelumnya masih terkendala kepastian anggaran keberangkatan. Meski demikian, semangat para peserta tetap tinggi untuk memberikan penampilan terbaik.
Pada Pesparawi Nasional XIV, Kalimantan Selatan mengikuti lima kategori lomba, yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran, Vokal Grup, Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, dan Solois Anak Usia 11–15 Tahun.
Menurut Lukito, target utama kontingennya adalah meraih medali emas atau menjadi juara di kategori yang diikuti.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik. Tidak muluk-muluk, tetapi tentu ada kepuasan tersendiri jika berhasil meraih emas karena seluruh pengorbanan yang kami lakukan akan terbayarkan,” katanya.
Di balik perjuangan tersebut, Lukito mengungkapkan kisah haru yang dialami salah seorang peserta. Peserta tersebut tetap bertahan mengikuti perlombaan meski orang tuanya meninggal dunia dan tidak dapat menghadiri pemakaman karena seluruh jadwal penerbangan telah penuh.
”Ada peserta yang orang tuanya meninggal dunia, namun tidak bisa mengikuti pemakamannya karena semua penerbangan penuh. Kami sudah berusaha mencari tiket kepulangan, tetapi tidak ada yang tersedia. Itulah salah satu pengorbanan terbesar kontingen Kalimantan Selatan. Semoga semua ini terbayarkan dengan hasil yang terbaik,” ungkapnya.
Lukito juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta Dinas Sosial Papua Barat yang menjadi orang tua asuh kontingen Kalimantan Selatan. Menurutnya, perhatian yang diberikan sangat membantu selama berada di Manokwari.
Ia menilai kebutuhan konsumsi peserta terpenuhi dengan baik. Selama kegiatan, kontingen menerima tiga kali makan berat setiap hari ditambah dua kali makanan ringan.
Dari sisi transportasi, meski masih terdapat beberapa keterbatasan, Lukito mengaku pihaknya tetap mendapatkan dukungan yang baik.
”Dari sisi transportasi kami sangat dibantu oleh orang tua asuh. Walaupun masih ada keterbatasan dari panitia, kami memakluminya. Jika diperlukan, kami juga bisa menggunakan transportasi daring. Semua kendala sudah dievaluasi kembali,” tutupnya.[ars]









Comment