Daerah Hukrim
Home / Hukrim / Detik-Detik Massa Mulai Anarkis, Ini Langkah Cepat Polisi di Papua Barat

Detik-Detik Massa Mulai Anarkis, Ini Langkah Cepat Polisi di Papua Barat

Manokwari, Beritago.com – Polda Papua Barat menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai langkah strategis meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi unjuk rasa yang berpotensi berujung anarkis, Kamis (30/04/26).

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan profesionalitas anggota di lapangan.
Simulasi dimulai dari skenario laporan intelijen mengenai rencana aksi unjuk rasa di pusat pemerintahan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pimpinan operasi segera menggelar rapat koordinasi guna merumuskan langkah pengamanan yang tepat dan terukur.

Pada tahap awal, personel Dalmas awal diterjunkan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Massa yang datang melakukan orasi secara tertib, sementara tim negosiator kepolisian berupaya membangun komunikasi dengan koordinator lapangan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

1 Mei 1963, Danrem 182/JO Tegaskan Irian Barat Kembali ke NKRI, Bukan Bergabung

Namun, dinamika lapangan berubah ketika massa mulai bertindak agresif dengan mendorong petugas dan mencoba menembus barikade.

Merespons kondisi tersebut, komandan lapangan meningkatkan status pengamanan dengan mengerahkan Dalmas lanjutan yang dilengkapi perlengkapan pengendalian massa.
Situasi semakin memanas saat massa melakukan tindakan anarkis seperti pelemparan benda keras dan perusakan fasilitas umum. Aparat kemudian mengambil langkah tegas dan terukur sesuai prosedur tetap, menggunakan perlengkapan pengendalian massa serta kendaraan taktis untuk mengendalikan keadaan.

Dalam tahapan lanjutan, dilakukan penyekatan dan pembubaran massa secara bertahap. Tim penindak mengamankan sejumlah provokator yang diduga memicu kericuhan, sementara tim medis memberikan penanganan kepada korban luka, baik dari masyarakat maupun petugas.
Simulasi ditutup dengan konsolidasi pasukan dan evaluasi menyeluruh. Pimpinan operasi menekankan pentingnya sinergi antar satuan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta komitmen menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia dalam setiap tindakan.

Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Gadug Kurniawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kesiapan menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Ia menegaskan, penanganan unjuk rasa akan selalu mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta berlandaskan hukum yang berlaku. Selain itu, sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat.
Melalui simulasi ini, seluruh personel diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.[*]

Pertamina Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Wayame

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Banner

Jumat Agung dan Paskah

Pilihan Berita Terbaik

Marhaban ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan

Jumat Agung

× Advertisement
× Advertisement