Manokwari, Beritago.com – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Papua Barat mulai memperkuat fondasi pembinaan atlet melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebanyak 20 orang dari tujuh kabupaten mengikuti pelatihan wasit tingkat daerah yang digelar di Rumah Biliar Aro-M, Manokwari, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua pelatih nasional dan menjadi langkah awal kepengurusan POBSI Papua Barat di bawah kepemimpinan Senator Lamek Dowansiba dalam membangun sistem pembinaan biliar yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Sekjen PB POBSI dan Ketua Harian POBSI Papua Barat
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) POBSI, Achmad Fadil Nasution, mengapresiasi langkah cepat Pengprov POBSI Papua Barat yang langsung menjalankan program peningkatan kompetensi pelatihan wasit setelah sehari pelantikan kepengurusan,Sabtu(24/10/26).
Menurut Nasution, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pengurus daerah dalam membangun kualitas olahraga biliar, tidak hanya dari sisi atlet, tetapi juga tenaga teknis yang berperan penting dalam pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi.
“Walaupun baru dilantik kemarin, Pengprov POBSI Papua Barat sudah membuat gebrakan pertama dengan menggelar pelatihan bagi pelatih dan wasit, khususnya pada disiplin-divisi biliar,” ujarnya usai membuka kegiatan.
Ia menilai, keberadaan pelatih dan wasit yang memiliki kompetensi memadai merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas atlet, menjaga standar pertandingan, serta menciptakan kompetisi yang profesional.
Karena itu, Nasution berharap pelatihan serupa tidak berhenti pada kegiatan perdana, tetapi dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang POBSI Papua Barat.
Nasution menjelaskan, pelatihan tingkat daerah menjadi salah satu tahapan bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh lisensi sesuai ketentuan organisasi. Selanjutnya, mereka diharapkan dapat melanjutkan pendidikan dan sertifikasi ke jenjang nasional melalui program Training of Trainers (ToT).
Menurutnya, untuk mendapatkan lisensi nasional, peserta tidak cukup hanya menguasai teori dan pengetahuan teknis. Pengalaman atau jam terbang, termasuk keterlibatan dalam memimpin pertandingan berskala nasional, juga menjadi pertimbangan dalam proses peningkatan kualifikasi.
“Untuk mendapatkan lisensi nasional, bukan hanya pengetahuan yang diukur, tetapi juga jam terbang dan pengalaman dalam memimpin pertandingan tingkat nasional,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, tenaga pelatih dan wasit biliar yang telah memiliki lisensi nasional di Tanah Papua masih sangat terbatas. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat empat orang, yakni tiga orang di Provinsi Papua dan satu orang di Papua Barat Daya.
Sementara itu, Papua Barat belum memiliki pelatih dan wasit berlisensi nasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pengprov POBSI Papua Barat untuk menyiapkan tenaga teknis lokal yang mampu memenuhi standar kompetensi nasional.
Melalui pelatihan ini, PB POBSI berharap para peserta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga kebutuhan tenaga pelatih dan wasit berlisensi nasional di Papua Barat dapat terpenuhi secara bertahap.
Nasution juga menyebut Papua Barat sebagai daerah di Tanah Papua yang telah menyelenggarakan pelatihan pelatih dan wasit tingkat daerah. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat pembinaan olahraga biliar.
PB POBSI, lanjutnya, merencanakan pelatihan tingkat nasional secara rutin setiap tahun. Penguatan kompetensi di daerah juga akan terus didorong sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov POBSI Papua Barat, Ronald menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PB POBSI atas dukungan terhadap penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Ia mengungkapkan, sejak POBSI resmi berdiri di Papua Barat pada 2006, pelatihan pelatih baru pertama kali diselenggarakan pada 2026 di bawah kepengurusan yang dipimpin Senator Lamek Dowansiba.
Menurut Ronald, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas tenaga teknis biliar sekaligus membuka kesempatan bagi pelatih dan wasit di daerah untuk meningkatkan kualifikasi hingga tingkat nasional.
“Kami berterima kasih kepada PB POBSI yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan ini. Kami berharap ke depan ada kesempatan bagi teman-teman untuk mengikuti pelatihan tingkat nasional sehingga mereka yang sudah memiliki lisensi daerah bisa meningkatkan kualifikasi menjadi berlisensi nasional,” katanya.
Ronald mengakui, keterbatasan pelatih dan wasit berlisensi nasional masih menjadi pekerjaan rumah bagi POBSI Papua Barat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan agar pembinaan atlet di daerah memiliki fondasi yang kuat.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari tujuh kabupaten di Papua Barat. Setelah menyelesaikan kegiatan, mereka diharapkan kembali ke daerah masing-masing untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, sekaligus mengembangkan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Dalam pelatihan ini, kami mengundang teman-teman dari tujuh kabupaten se-Papua Barat. Harapan kami, setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka dapat membina atlet biliar sehingga kualitas atlet dan kompetisi di daerah semakin meningkat,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan tersebut, Pengprov POBSI Papua Barat diharapkan mampu memperluas ketersediaan pelatih dan wasit yang kompeten, memperkuat pembinaan atlet hingga tingkat kabupaten, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi.[ars]









Comment