Manokwari, Beritago.com – Polda Papua Barat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) dan para Perwira Remaja Akpol yang bertugas di jajaran Polda Papua Barat, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Vicon Lantai II Mapolda Papua Barat ini dihadiri Gubernur Akpol Irjen Pol. Drs. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Sulastiana, M.Si., para Pejabat Utama Polda Papua Barat, peneliti Akpol, serta para Perwira Remaja Akpol yang berdinas di wilayah hukum Polda Papua Barat.

FGD tersebut menjadi bagian dari program Lemdiklat Akpol untuk memperkuat sinergi antar fungsi sekaligus menghimpun pengalaman para perwira muda dalam menghadapi dinamika tugas di satuan kewilayahan.
Pengalaman tersebut dinilai penting untuk melihat kesesuaian antara pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di Akpol dengan kebutuhan pelaksanaan tugas setelah dilantik menjadi perwira Polri.
Gubernur Akpol Irjen Pol. Drs. Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, pengalaman para Perwira Remaja selama menjalankan tugas di lapangan perlu dihimpun sebagai bahan evaluasi dan pengembangan pendidikan di Akpol.
“Kami ingin mengumpulkan baket atau bahan pengalaman dari para Perwira Remaja selama melaksanakan tugas di lapangan. Pengalaman tersebut akan dirangkum dan menjadi bahan masukan untuk melihat apa yang perlu diperkuat maupun disesuaikan dalam kurikulum pendidikan di Akpol, sehingga pendidikan yang diberikan dapat semakin relevan dengan kebutuhan tugas kepolisian di lapangan,” ujar Daniel.
Menurutnya, pengalaman para perwira yang bertugas di berbagai satuan dan wilayah memiliki nilai penting bagi lembaga pendidikan dalam mempersiapkan calon perwira agar mampu menghadapi tantangan tugas setelah menyelesaikan pendidikan.
“Dari pengalaman para Perwira Remaja, kita dapat mengetahui berbagai tantangan nyata yang dihadapi setelah mereka bertugas. Hal ini akan menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi Akpol untuk terus menyempurnakan proses pendidikan dan pembentukan perwira Polri,” tambahnya.
Sementara itu, Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Sulastiana, M.Si., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kualitas diri para Perwira Remaja sebagai bagian dari keberlanjutan organisasi Polri.
“Saya berharap para Perwira Remaja dapat terus belajar, menjaga integritas, membangun komunikasi yang baik serta mampu beradaptasi dengan karakteristik wilayah dan masyarakat tempat bertugas. Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai proses untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan sebagai perwira Polri,” ungkap Sulastiana.
Ia menjelaskan, pengalaman selama melaksanakan tugas harus dapat dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, serta pemahaman terhadap karakteristik masyarakat di wilayah penugasan.
FGD berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan penyampaian pengalaman para Perwira Remaja selama menjalankan tugas di jajaran Polda Papua Barat. Berbagai pengalaman dan masukan tersebut kemudian menjadi bahan bagi para peneliti Akpol untuk dihimpun dan dirangkum sebagai bagian dari evaluasi pengembangan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, hubungan antara Akpol dan para alumninya diharapkan semakin kuat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan antara proses pendidikan di Akpol dengan kebutuhan nyata pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.[rls]









Comment