Manokwari, Beritago.com – Panitia Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 Polda Papua Barat menggelar Sidang Kelulusan Menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II bagi peserta seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri di Manokwari, Kamis (4/6/2026).
Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Alfred Papare selaku Kapolda Papua Barat, didampingi Irwasda Polda Papua Barat sebagai Ketua Panitia Daerah. Kegiatan turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat, panitia pelaksana, pengawas internal dan eksternal, serta para peserta seleksi.
Sidang kelulusan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan Rikkes II. Seluruh proses dilaksanakan secara terbuka dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Kapolda Papua Barat mengungkapkan bahwa dari total 1.700 pendaftar yang mengikuti proses seleksi sejak tahap awal, sebanyak 584 peserta memenuhi syarat dan berhak mengikuti Sidang Terbuka Panda menuju Rikkes Tahap II.
Berdasarkan hasil sidang dan pemeringkatan sesuai ketentuan Panitia Pusat, pada jalur Taruna/Taruni Akpol terdapat empat peserta yang mengikuti sidang, terdiri dari tiga pria dan satu wanita. Seluruh peserta tersebut dinyatakan lulus terpilih untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Sementara itu, pada jalur Bintara Polri, sebanyak 62 peserta dinyatakan lulus terpilih, terdiri dari 52 pria dan 10 wanita. Sedangkan pada jalur Tamtama Polri, sebanyak 12 peserta dinyatakan lulus terpilih dari peserta yang mengikuti seleksi pada formasi Brimob dan Polairud.
Seluruh peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan menjalani Pemeriksaan Kesehatan Tahap II sebagai bagian dari rangkaian seleksi lanjutan yang telah ditetapkan oleh panitia.
Dalam arahannya, Kapolda Papua Barat menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, profesional, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Ia meminta seluruh panitia menjaga integritas serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas.
Kapolda juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat dalam menggapai cita-cita menjadi anggota Polri. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, kejujuran, serta doa yang sungguh-sungguh.
“Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan ikuti setiap tahapan seleksi dengan jujur. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi anggota Polri selain melalui usaha, kemampuan, dan doa,” tegas Kapolda.
Pada kesempatan yang sama, Irwasda Polda Papua Barat menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dalam setiap tahapan seleksi guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Gadug Kurniawan menyampaikan bahwa seluruh tahapan penerimaan anggota Polri di lingkungan Polda Papua Barat dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan pengawas internal maupun eksternal. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Ia juga mengimbau masyarakat dan peserta seleksi agar tidak mempercayai pihak-pihak yang mengatasnamakan panitia maupun pejabat Polri yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Menurutnya, seluruh proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan biaya, sehingga kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan hasil yang dicapai pada setiap tahapan seleksi.
Melalui sidang kelulusan menuju Rikkes Tahap II ini, Polda Papua Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis guna menghasilkan generasi Bhayangkara yang profesional, unggul, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.[rls]









Comment