Business Ekonomi Pendidikan
Home / Transportasi / Pendidikan / Puncak Huangshan Jadi Saksi, Papua Barat Perkuat Investasi Pendidikan dengan Tiongkok

Puncak Huangshan Jadi Saksi, Papua Barat Perkuat Investasi Pendidikan dengan Tiongkok

kiri ke kanan: Tony, Penasehat Khusus Gubernur. M Lakatoni, Wakil Gubernur. Peng Shaobin, Presdir Conch West Papua Cement. Foto[ist]

Huangshan, Tiongkok, Beritago.com – Diplomasi ekonomi Papua Barat kali ini berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Di sela agenda internasional RCEP Trade and Investment Cooperation Dialogue di Wuhu dan Huangshan, pembahasan kerja sama strategis dilakukan bukan di ruang rapat atau ballroom hotel, melainkan di jalur pendakian Gunung Huangshan, salah satu ikon alam paling terkenal di Tiongkok.

Dalam suasana pegunungan yang dikenal sebagai warisan alam dunia itu, Presiden Direktur Conch West Papua Cement, Peng Shaobin, mendampingi Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani bersama Penasihat Khusus Gubernur Papua Barat untuk Hubungan Luar Negeri dan Investasi Asing, Tony Aditya Herdianto, berdiskusi mengenai arah penguatan kerja sama pembangunan antara Papua Barat dan Tiongkok.

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama Wakil Gubernur Papua Barat , Mohamad Lakotani menginjakkan kaki di Tiongkok. Peng Shaobin secara khusus memperkenalkan berbagai sisi perkembangan negeri tersebut, mulai dari kekuatan industrinya hingga kekayaan budaya, sejarah, dan lanskap alam yang menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi ekonomi Tiongkok.

Di tengah panorama Huangshan, pembahasan berkembang ke sejumlah proyek strategis yang tengah dipersiapkan untuk Papua Barat, mencakup penguatan sektor industri, pengembangan energi terbarukan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Gubernur Papua Barat menegaskan bahwa pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi internasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Resnarkoba dan Teamsus Polresta Manokwari Ringkus Pengedar Sabu di KM Sinabung

“Kerja sama yang kami bangun tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, dan pembangunan jangka panjang bagi Papua Barat,” ujar Mohamad Lakotani.

Salah satu capaian penting dalam pertemuan tersebut adalah komitmen Conch Group untuk mendukung program beasiswa penuh jenjang sarjana (S1) di Tiongkok bagi lima putra-putri Orang Asli Papua (OAP).

Program ini akan difasilitasi oleh Doreka Foundation, yayasan yang didirikan dan dipimpin Tony Aditya Herdianto. Selama enam tahun terakhir, yayasan tersebut aktif mendorong pengembangan generasi muda Papua Barat melalui program pendidikan, kepemimpinan, dan jejaring internasional. Program tahun 2026 ini dirancang sebagai pilot project yang diharapkan berkembang menjadi skema pendidikan berskala lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Tony, investasi paling berharga bagi masa depan Papua adalah investasi pada manusianya.

“Papua membutuhkan generasi muda yang memiliki akses pendidikan global, memahami teknologi masa depan, dan mampu menjadi jembatan kerja sama internasional. Program ini adalah langkah awal yang sangat penting,” ungkapnya.

Napi Kabur dari Lapas Jayapura Ditangkap di Manokwari

Lebih jauh, inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk mendorong pembentukan Institut Konfusius pertama di Tanah Papua sebagai pusat pertukaran bahasa, budaya, pendidikan, dan kerja sama akademik antara Indonesia dan Tiongkok.

Selain pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas penjajakan proyek solar energy dan waste-to-energy sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.

Conch Group juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Papua melalui penguatan investasi industri jangka panjang.
Komitmen tersebut didukung oleh capaian bisnis perusahaan. Sepanjang 2025, Conch Indonesia mencatat nilai ekspor sebesar 647.130.000 yuan, atau setara sekitar Rp1,68 triliun berdasarkan kurs saat ini.

Usai menyelesaikan agenda di Huangshan, delegasi Papua Barat melanjutkan perjalanan menuju Shanghai. Setibanya di kota metropolitan tersebut pada malam hari, rombongan menikmati jamuan makan malam di Oriental Pearl Tower, salah satu landmark paling ikonik di Shanghai.

Jamuan makan malam di Oriental Pearl Tower, salah satu landmark paling ikonik di Shanghai. Kompleks ini dibangun dengan dukungan Conch Group.Foto[ist]

Dari restoran berputar di menara itu, Wakil Gubernur Papua Barat menyaksikan panorama 360 derajat gemerlap kota Shanghai yang menjadi simbol modernisasi dan kekuatan ekonomi Tiongkok.
Transaksi Motor Curian Digagalkan, TEKAB Ringkus Pelaku

Momen tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana visi pembangunan yang konsisten, investasi besar pada infrastruktur, serta keterbukaan terhadap kerja sama global mampu mengubah sebuah kota menjadi pusat ekonomi dunia.

Rangkaian kunjungan Papua Barat di Tiongkok selanjutnya akan berlanjut dengan agenda pertemuan bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai untuk membahas penguatan promosi perdagangan, investasi, dan peluang kemitraan strategis lainnya.

Kunjungan ini menegaskan arah baru diplomasi ekonomi Papua Barat yang tidak hanya berfokus pada investasi semata, tetapi juga membangun jembatan pendidikan, pertukaran budaya, transfer teknologi, dan kemitraan internasional berkelanjutan demi masa depan generasi Papua.[**]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Waisak

Banner

Populer Minggu ini

Pilihan Berita Terbaik

Idul Adha

Ucapan

Banner Promosi

Kebangkitan Nasional

Banner

× Advertisement
× Advertisement