Huangshan, Tiongkok — Pemerintah Provinsi Papua Barat kembali menegaskan peran aktifnya dalam diplomasi regional dan penguatan kerja sama internasional melalui partisipasi pada forum 2026 RCEP Friendship Cities Dialogue yang berlangsung di Huangshan, Provinsi Anhui, Tiongkok.
Dalam forum internasional bergengsi yang mempertemukan pemimpin daerah, pejabat pemerintah, asosiasi persahabatan internasional, dan pelaku industri dari negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership, Papua Barat tampil sebagai salah satu representasi Indonesia yang menyuarakan visi pembangunan daerah berbasis kolaborasi kawasan.
Mewakili Gubernur Papua Barat, Tony Aditya Herdianto menyampaikan pandangan strategis Papua Barat dalam sesi dialog internasional bertajuk “Aligning RCEP Policies with Local Development Strategies to Strengthen Industrial, Supply, and Innovation Chain Cooperation.”
Dalam paparannya, Tony menegaskan bahwa masa depan kerja sama regional tidak lagi hanya ditentukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh peran aktif pemerintah daerah melalui penguatan jejaring antardaerah dan konsep friendship cities.
“Papua Barat dan Indonesia Timur memiliki potensi strategis yang sangat besar untuk menjadi bagian penting dari rantai pasok dan industri masa depan di kawasan RCEP,” ujarnya di hadapan peserta forum yang berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, hingga Australia.
Ia menyoroti sejumlah potensi unggulan Papua Barat, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, energi terbarukan, pariwisata berbasis biodiversitas, pertanian berkelanjutan, hingga potensi mineral kritis yang dibutuhkan untuk pengembangan industri hijau global.
Meski demikian, Tony menekankan bahwa tantangan utama kawasan berkembang bukan semata terletak pada ketersediaan sumber daya alam, melainkan pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi industri, penguatan sumber daya manusia, pembangunan konektivitas logistik, serta integrasi ekonomi daerah ke dalam rantai pasok internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Papua Barat juga mendorong penguatan kerja sama strategis pada sejumlah sektor prioritas, yakni hilirisasi industri dan green manufacturing, pembangunan pelabuhan dan sistem logistik modern, pendidikan vokasi dan kolaborasi universitas, pengembangan ekonomi hijau dan rendah karbon, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dan masyarakat adat.
Menurutnya, konsep friendship cities di bawah kerangka RCEP harus berkembang menjadi platform konkret yang mampu menghadirkan investasi, transfer teknologi, pengembangan SDM, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Papua Barat terbuka untuk kolaborasi, investasi, dan pertumbuhan bersama dengan kota-kota serta pemerintah daerah di kawasan RCEP. Kami percaya kerja sama regional harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Partisipasi Papua Barat dalam forum ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas jejaring internasional, menarik investasi asing, dan memperkuat posisi Papua Barat sebagai salah satu gerbang baru pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur.
Kehadiran delegasi Papua Barat dalam berbagai agenda internasional di Anhui selama beberapa hari terakhir juga menunjukkan meningkatnya perhatian mitra global terhadap potensi investasi dan peluang kerja sama strategis di Papua Barat.[**]









Comment