Manokwari, Beritago.com – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat Kontingen Provinsi Sumatera Selatan untuk ambil bagian dalam Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Demi mewujudkan impian para peserta yang telah berlatih selama lebih dari dua tahun, sebagian biaya perjalanan bahkan harus ditanggung secara swadaya.
Ketua Kontingen Sumatera Selatan, Pnt. Adi Santoso, mengatakan kontingennya berjumlah 86 orang yang diberangkatkan ke Manokwari dalam dua kloter. Kloter pertama yang terdiri dari 14 orang tiba pada Kamis (18/6), sedangkan kloter kedua berjumlah 72 orang tiba pada Selasa (23/6).
Menurut Adi, Sumatera Selatan mengikuti empat kategori lomba, yakni Solois Anak Usia 11–15 Tahun, Solois Remaja Putra, Paduan Suara Wanita, dan Paduan Suara Dewasa Campuran. Dua kategori terakhir dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/6).
Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, kepulangan peserta akan dilakukan secara bertahap. Namun, berbeda dengan keberangkatan, biaya perjalanan pulang sebagian besar harus ditanggung masing-masing anggota kontingen.
“Anggaran akomodasi yang seharusnya sekitar Rp1,4 miliar dari Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya hanya terealisasi sekitar Rp700 juta. Karena itu, biaya kepulangan kami lakukan secara swadaya oleh masing-masing anggota,” ujar Adi saat ditemui di Hotel Alexander, Manokwari, Selasa (23/6).
Adi mengaku kondisi tersebut menjadi keputusan yang tidak mudah. Meski demikian, pihaknya memilih tetap berangkat agar perjuangan para peserta yang telah berlatih selama dua setengah tahun tidak sia-sia.
“Sangat disayangkan kalau mereka tidak ikut Pesparawi. Mereka sudah berlatih selama dua setengah tahun. Mau tidak mau kami harus berkorban agar mereka tetap bisa berkompetisi dan mewujudkan impiannya tampil di Pesparawi Nasional,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, keterbatasan anggaran menyebabkan tidak semua anggota kontingen dapat diberangkatkan ke Manokwari.
“Sebenarnya ini bukan jumlah total kontingen yang kami rencanakan. Yang datang hanya sekitar setengahnya karena keterbatasan biaya akomodasi. Efisiensi anggaran berdampak langsung pada keikutsertaan kami dalam ajang nasional ini,” jelasnya.
Di balik keterbatasan tersebut, Adi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua Barat, khususnya kepala Dinas Komunikasi dan Informatika,Frans P. Istia, S.Sos., MM. dan tim sebagai bapak asuh kontingen Sumatera Selatan.
Ia juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Manokwari dan perkembangan kota yang menurutnya jauh melampaui bayangannya.
“Kami tidak menyangka Manokwari seperti ini. Tidak seperti yang kami dengar atau bayangkan sebelumnya. Kotanya sudah berkembang, perputaran ekonominya juga baik. Saat membeli makanan atau kebutuhan lainnya, hampir semuanya sudah bisa menggunakan QRIS sehingga transaksi menjadi mudah. Manokwari layak untuk kami kunjungi kembali,” tutupnya.[ars]









Comment