Manokwari Selatan, Beritago.com – Aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki hari kedua di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Kamis (20/8/2026).
Aksi solidaritas tersebut melibatkan sejumlah elemen masyarakat, yakni Flobamora Kabupaten Manokwari Selatan, Pemuda Arfak, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Manokwari Selatan.
Para relawan turun langsung ke tengah masyarakat untuk menggalang bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Penggalangan bantuan hari pertama berlangsung di Distrik Ransiki, ibu kota Kabupaten Manokwari Selatan, pada Rabu (19/8/2026). Selanjutnya, aksi dilanjutkan pada hari kedua di Distrik Oransbari, Kamis (20/8/2026).
Ketua Flobamora Kabupaten Manokwari Selatan, Marson Huan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, doa, maupun bantuan selama aksi berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, doa, dan bantuan selama kegiatan aksi kemanusiaan ini berlangsung. Semua bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di Flores, NTT,” ujarnya.
Marson menegaskan, seluruh bantuan yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Setelah proses pengumpulan selesai, hasil donasi akan dilaporkan kepada Flobamora Papua Barat untuk selanjutnya disalurkan melalui perwakilan yang telah ditentukan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Ia mengatakan, penggalangan dana secara langsung hanya berlangsung selama dua hari. Namun, masyarakat masih dapat memberikan donasi melalui rekening yang telah disiapkan hingga 25 Agustus 2026.
“Penggalangan dana secara langsung hanya dua hari sampai hari ini. Namun, donasi melalui rekening masih kami buka sampai tanggal 25 Agustus. Setelah itu, nominal yang terkumpul akan kami laporkan kepada publik dan kepada Flobamora Papua Barat,” jelasnya.
Menurut Marson, keterbukaan tersebut penting untuk memastikan setiap bantuan yang dipercayakan masyarakat dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Pembina Flobamora Kabupaten Manokwari Selatan, Eman Nubam, memastikan proses pengumpulan dan pengelolaan donasi akan mengikuti batas waktu yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan, seluruh hasil penggalangan akan dikelola secara transparan dan dipublikasikan kepada masyarakat melalui media massa.
Eman juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Apresiasi khusus disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan melalui Distrik Ransiki dan Distrik Oransbari, serta Polres Manokwari Selatan yang memberikan dukungan dan izin pelaksanaan aksi.
Dukungan juga diberikan jajaran Polsek Ransiki dan Polsek Oransbari sehingga kegiatan penggalangan bantuan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta semua pihak yang telah ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. Semoga apa yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores, NTT,” pungkasnya.
Koordinator Lapangan Aksi, Martin Kema, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas masyarakat Manokwari Selatan terhadap warga Flores yang sedang menghadapi musibah.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membantu sesama.
“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di Flores, NTT. Semangat gotong royong seperti ini harus terus kita jaga,” ujar Martin.
Ia menambahkan, aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya bertujuan mengumpulkan bantuan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas antarmasyarakat dalam menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Dengan berakhirnya penggalangan langsung di lapangan, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan donasi melalui rekening hingga 25 Agustus 2026. Seluruh hasil yang terkumpul selanjutnya akan dilaporkan secara terbuka kepada publik dan disalurkan kepada masyarakat terdampak di Flores, NTT.[rls]









Comment