Ekonomi Kesehatan Pendidikan Sosial
Home / Sosial / BANGKIT Papua Tengah, Investasi Strategis untuk Masa Depan Anak OAP

BANGKIT Papua Tengah, Investasi Strategis untuk Masa Depan Anak OAP

NABIRE, Beritago.com – Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, secara resmi meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (21/7).

Peluncuran yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah tersebut menandai dimulainya implementasi program strategis daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan, gizi, dan kesejahteraan anak-anak Orang Asli Papua (OAP).

Program BANGKIT merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang memberikan bantuan tunai bersumber dari Dana Otonomi Khusus kepada anak-anak OAP berusia di bawah lima tahun. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Pada tahap awal, program akan dilaksanakan di distrik-distrik terpilih di empat kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan perluasan pelaksanaan ke empat kabupaten lainnya pada tahun depan sehingga seluruh wilayah Papua Tengah dapat terjangkau.

Kanwil Kemenkum Pabar Harmonisasi Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kaimana

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, mengatakan peluncuran ini menjadi tonggak dimulainya implementasi Program BANGKIT yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan anak-anak OAP di delapan kabupaten.

“Program BANGKIT Papua Tengah berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak Orang Asli Papua di delapan kabupaten Papua Tengah. Hari ini, program ini diluncurkan untuk tahap awal di empat kabupaten,” ujarnya.

Menurut Eliezer, keberhasilan program sangat bergantung pada ketepatan sasaran. Karena itu, pemerintah menyerahkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penetapan penerima manfaat.

“DTSEN akan menjadi acuan utama dalam menentukan penerima manfaat Program BANGKIT Papua Tengah sehingga bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Dalam sambutan sekaligus paparan kunci, Gubernur Meki F. Nawipa menjelaskan bahwa Program BANGKIT lahir sebagai respons terhadap masih tingginya angka stunting dan kemiskinan di Papua Tengah. Berdasarkan data pemerintah, prevalensi stunting di Papua Tengah mencapai 32,5 persen, sedangkan tingkat kemiskinan berada pada angka 28,9 persen.

Satreskrim Kaimana Ungkap Pencurian Mesin Tempel, Pelaku Diduga Beraksi Delapan Kali

“Program ini hadir karena berdasarkan data yang ada, prevalensi stunting di Papua Tengah mencapai 32,5 persen dan tingkat kemiskinan sebesar 28,9 persen. Melalui BANGKIT Papua Tengah, kita juga ingin memperoleh data yang semakin valid agar program pemerintah menjangkau masyarakat yang tepat,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, Program BANGKIT telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Tengah agar pelaksanaannya berlangsung secara berkelanjutan. Pada tahap awal, program ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 anak OAP.

“BANGKIT Papua Tengah akan mulai diterapkan di empat kabupaten dan tahun depan diperluas ke empat kabupaten lainnya. Karena itu, diperlukan sekretariat bersama dan keterlibatan aktif pemerintah kabupaten,” katanya.

Selain Program BANGKIT, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus memperkuat investasi di bidang pendidikan. Saat ini pemerintah membiayai sekitar 550 mahasiswa Papua Tengah yang menempuh pendidikan di Nabire dan Timika, memberikan dukungan pendidikan kepada 58.920 siswa SMP dan SMA, serta didukung Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat bagi 2.444 siswa.

Gubernur menekankan bahwa keberhasilan seluruh program pembangunan tersebut membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga para pemangku kepentingan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Call Center 110 Efektif, Polres Bintuni Cegah Kebakaran Meluas

Sebagai bentuk komitmen bersama, peluncuran Program BANGKIT ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya sebagai daerah pelaksana tahap awal. Komitmen tersebut mencakup penyelarasan kebijakan, pemanfaatan dan pemutakhiran data, penguatan koordinasi, serta pembentukan sekretariat bersama di tingkat kabupaten.

Kegiatan peluncuran juga diisi dengan sosialisasi petunjuk teknis operasional program dan diskusi mengenai penguatan sistem perlindungan sosial sebagai bagian dari upaya mewujudkan Papua Tengah yang sehat, cerdas, produktif, dan sejahtera.

Dalam penyusunannya, Program BANGKIT mendapat dukungan dari SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), program kemitraan Australia–Indonesia.

Dukungan tersebut meliputi penyempurnaan desain program, penguatan tata kelola, pemanfaatan data, serta koordinasi antarpemangku kepentingan guna memastikan implementasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Usai peluncuran, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten akan melanjutkan tahapan pendataan dan verifikasi penerima manfaat, menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan, serta membentuk sekretariat bersama sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program BANGKIT di lapangan.[**]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hari Bhakti Adyaksa

Hari Bhakti Adyaksa

Hari Lahir Pancasila

Populer Minggu ini

Pilihan Berita Terbaik

Ucapan

Banner Hari Lahir Pancasila

Kebangkitan Nasional

Banner

× Advertisement
× Advertisement