Business Daerah Ekonomi
Home / Ekonomi / Papua Barat Jemput Teknologi Hijau di China, Bidik Solusi Sampah Jadi Energi

Papua Barat Jemput Teknologi Hijau di China, Bidik Solusi Sampah Jadi Energi

Tongling, Tiongkok, Beritago.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan strategis ke fasilitas industri milik Conch Group di Tongling, Provinsi Anhui, Tiongkok, sebagai langkah memperkuat penjajakan kerja sama investasi hijau dan transfer teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, didampingi Lani Lakotani, Tony Aditya selaku Special Advisor to the Governor of West Papua, Justi Faidiban (ADC Wakil Gubernur Papua Barat), serta Rezha OC sebagai Asisten Ahli Hukum.
Delegasi Papua Barat disambut jajaran pimpinan Conch Group, di antaranya Li Xin, Terry Chu, Hu Xiahong, Peng Shaobin, Shen Jigang, serta Feneysia Mambraku selaku liaison officer dan penerjemah, Selasa (26/5/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung fasilitas Anhui Tongling Conch Cement Co., Ltd, yang dikenal sebagai salah satu basis produksi klinker dan semen terbesar di dunia sekaligus kompleks pabrik terbesar milik Conch Group secara global.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai sekitar 10 juta ton klinker dan 5,8 juta ton semen per tahun, serta dikenal sebagai pelopor teknologi dry process modern dengan tingkat efisiensi tinggi, otomatisasi canggih, dan standar pengelolaan lingkungan yang ketat.

47 Hewan Kurban Disalurkan, Polda Papua Barat Tebar Berkah Iduladha

Selain meninjau proses produksi semen, delegasi Papua Barat juga melihat langsung penerapan sistem energi terbarukan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta proyek Waste to Energy (WTE) yang menjadi salah satu model pengelolaan sampah modern terdepan di kawasan industri Tiongkok.

Melalui sistem tersebut, Pemerintah Kota Tongling setiap hari mengirimkan sekitar 300 ton sampah domestik ke fasilitas Conch untuk diolah menggunakan teknologi insinerasi modern. Panas dan uap hasil pembakaran dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik untuk operasional pabrik, sementara residu dan limbah diproses melalui sistem pengendalian lingkungan berstandar tinggi sehingga aman bagi lingkungan sekitar.

Kunjungan ini dinilai sangat relevan bagi Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari, yang saat ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah.

Produksi sampah di Manokwari diperkirakan mencapai sekitar 140 ton per hari, yang kerap menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), keluhan masyarakat, hingga potensi pencemaran sungai dan laut saat musim hujan.

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata tentang bagaimana teknologi modern mampu mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi sekaligus nilai ekonomi.

Kapolda Papua Barat Beri Penghargaan Kapolri Kepada Personil dan Satker Berprestasi

“Kami melihat langsung bagaimana teknologi dan manajemen industri modern dapat mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi dan nilai ekonomi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Papua Barat,” ujar Lakotani.

Ia menegaskan, sepulang dari Tiongkok, Pemerintah Provinsi Papua Barat akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan berbagai pihak guna menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.

“Kami akan segera membagikan hasil kunjungan dan pembelajaran ini kepada tim teknis di daerah serta melakukan koordinasi lebih lanjut agar rencana kerja sama ini dapat dikaji dan dipersiapkan secara serius. Jika memungkinkan, ini dapat menjadi salah satu proyek strategis Papua Barat ke depan,” terangnya

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi investasi yang sebelumnya dijembatani oleh Tony Aditya selaku Special Advisor to the Governor of West Papua.

Sejak awal 2026, Tony aktif membangun komunikasi strategis dengan Conch Indonesia dan Conch Group di Tiongkok terkait peluang investasi industri hijau, termasuk rencana pengembangan proyek Waste to Energy di kawasan Pabrik Conch Manokwari.

Jelang Iduladha Pertamina Tambah 450 Ribu Liter Minyak Tanah, Papua-Maluku Aman 

Pada Maret 2026, Tony telah menyampaikan usulan tersebut kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Jakarta. Dalam pertemuan di Tongling, Tony menyampaikan bahwa inisiatif penjajakan kerja sama tersebut mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Gubernur Papua Barat, meski belum dapat hadir secara langsung.

“Bapak Gubernur Dominggus Mandacan menitipkan pesan bahwa Papua Barat sangat terbuka terhadap investasi berkualitas yang membawa teknologi, keberlanjutan lingkungan, penciptaan lapangan kerja, dan manfaat nyata bagi masyarakat daerah,” kata Tony.

Menurutnya, proyek ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi Papua Barat karena tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menambahkan, salah satu keunggulan proyek tersebut adalah pembiayaan investasi dan teknologi dapat sepenuhnya disediakan investor, sehingga tidak membebani APBD Papua Barat.

“Melalui kunjungan ini, Bapak Wakil Gubernur dan tim dapat melihat langsung contoh proyek yang sudah berjalan dan berhasil di Tongling. Ini bukan lagi konsep di atas kertas, tetapi model nyata yang dapat dipelajari dan disesuaikan untuk Papua Barat,” jelasnya.

Kunjungan tersebut juga memperlihatkan besarnya kapasitas dan kredibilitas Conch Group sebagai calon mitra strategis.
Conch Group merupakan perusahaan milik negara yang berada di bawah pengawasan Komisi Pengelolaan Aset Milik Negara Provinsi Anhui, Tiongkok, dengan total aset lebih dari US$35 miliar atau setara sekitar Rp570 triliun, serta didukung lebih dari 58.000 karyawan.

Sebagai perusahaan semen terbesar kedua di dunia, hingga akhir 2025 kapasitas produksi semen Conch telah melampaui 415 juta ton per tahun.
Perusahaan ini juga terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur ikonik dunia, seperti Hong Kong–Zhuhai–Macau Bridge, Shanghai World Financial Center, Burj Khalifa, hingga pengembangan Hong Kong International Airport.

Pihak Conch Group menyambut positif kunjungan Pemerintah Papua Barat dan berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berlanjut menuju kerja sama yang lebih konkret.

Kunjungan ini dinilai menjadi langkah penting dalam membuka peluang kerja sama internasional yang berorientasi masa depan, khususnya di bidang industri hijau, energi bersih, pengelolaan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.[**]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kebangkitan Nasional

Banner

Populer Minggu ini

Pilihan Berita Terbaik

Idul Adha

Ucapan

Banner Promosi

Kebangkitan Nasional

Banner

× Advertisement
× Advertisement