Jakarta, Beritago.com – Komitmen Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, untuk mengakselerasi pembangunan daerah kembali terlihat. Ia dikenal kerap memulai aktivitas sebelum matahari terbit dan menutup hari kerja hingga larut malam—sebuah ritme kerja yang tercermin dalam pertemuannya bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Jumat (10/4/2029) yang berakhir lewat tengah malam WIT.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat membawa empat agenda strategis yang dinilai krusial bagi masa depan energi dan ekonomi daerah. Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, menjelaskan keempat poin itu meliputi pencairan Participating Interest (PI) 10 persen, alokasi gas sebesar 20 MMSCFD untuk Papua Barat, penentuan lokasi kontrak kerja baru, serta penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
“Pak Menteri menjawab dengan jelas bahwa alokasi gas 20 MMSCFD merupakan komitmen beliau. Dalam setahun, Papua Barat akan mendapatkan jatah dua kali pengapalan,” ujar Melkias.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor, Kapolda Papua Barat Alfred Papare, Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere, serta Kepala Dinas ESDM Papua Barat Sammy Saiba.
Terkait PI 10 persen, Menteri ESDM disebut telah meminta pihak BP untuk segera merealisasikannya. Sementara itu, proyek Genting Oil dijadwalkan mulai berproduksi pada April tahun depan, yang diharapkan turut memperkuat sektor energi di wilayah tersebut.
Pada aspek pertambangan rakyat, pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan usulan wilayah yang akan ditetapkan sebagai WPR. Melkias mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan tiga kabupaten sebagai lokasi prioritas, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Teluk Wondama.
“Pak Menteri bahkan langsung menghubungi Dirjen terkait agar segera dilakukan pertemuan dengan Kepala Dinas ESDM Papua Barat guna mempercepat proses penetapan WPR sebelum dibahas di DPR,” jelasnya.
Selain isu energi, dalam pertemuan itu juga disampaikan permohonan dukungan untuk pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV 2026 yang akan digelar di Manokwari pada 18–28 Juni 2026. Sekda Papua Barat meminta bantuan berupa genset dan mobil toilet dari Kementerian ESDM guna menunjang kelancaran acara berskala nasional tersebut.
Sebelumnya, di hari yang sama, Gubernur Papua Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, membahas langkah-langkah strategis penguatan ekonomi daerah.[rls]










Comment