Papua Barat Perkuat Diplomasi Global di Forum RCEP Tiongkok
Huangshan, Tiongkok, Beritago.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat menghadiri The 2026 RCEP Local Governments and Friendship Cities Cooperation (Huangshan) Forum, forum internasional bergengsi yang mempertemukan para pemimpin daerah, diplomat, pelaku usaha, akademisi, dan pengambil kebijakan dari negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Forum yang berlangsung di Huangshan Mountain International Convention and Exhibition Center, Provinsi Anhui, Tiongkok, Kamis (28/5/2026), merupakan satu-satunya platform kerja sama subnasional resmi dalam kerangka RCEP yang disetujui langsung oleh pemerintah pusat Republik Rakyat Tiongkok melalui State Council of the People’s Republic of China.
Kehadiran delegasi Papua Barat dalam forum tersebut menjadi penegasan atas semakin kuatnya posisi diplomasi daerah Indonesia di tingkat internasional, sekaligus membuka ruang baru bagi kerja sama strategis di bidang investasi, perdagangan, pendidikan, teknologi, hingga pengembangan industri hijau.
Delegasi Papua Barat dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, didampingi Lani Lakotani, Tony Aditya Herdianto selaku Special Advisor to the Governor of West Papua, Justi Faidiban selaku ADC Wakil Gubernur Papua Barat, serta Rezha OC sebagai Asisten Ahli Hukum.
Forum RCEP 2026 dibuka secara resmi oleh sejumlah tokoh penting internasional dan pejabat tinggi pemerintah Tiongkok, di antaranya Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok Tie Ning, Sekretaris Komite Partai Komunis Provinsi Anhui Liang Yanshun, Presiden Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries Yang Wanming, serta para pejabat tinggi ASEAN, diplomat Vietnam, parlemen Malaysia, dan pemimpin daerah dari negara-negara anggota RCEP.

Foto [ist]
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menegaskan bahwa partisipasi Papua Barat dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi internasional demi percepatan pembangunan daerah.
“Papua Barat memiliki potensi besar pada sektor energi, hilirisasi sumber daya alam, ekonomi hijau, pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan investasi berkelanjutan. Kehadiran kami di forum RCEP ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Papua Barat kepada mitra internasional sekaligus membangun konektivitas kerja sama antarwilayah di kawasan Asia-Pasifik,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai pengalaman, model pengembangan industri, serta peluang kerja sama yang diperoleh selama agenda di Tiongkok akan segera ditindaklanjuti bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan di Papua Barat.
Sementara itu, Special Advisor to the Governor of West Papua, Tony Aditya Herdianto, menjelaskan bahwa transformasi RCEP menuju versi 2.0 membuka peluang besar bagi Papua Barat untuk terhubung langsung dengan rantai pasok global, investasi kawasan, dan jejaring ekonomi Asia.
“RCEP bukan sekadar perjanjian perdagangan bebas, tetapi juga platform strategis bagi daerah-daerah di Asia untuk membangun konektivitas baru dalam investasi, teknologi, pendidikan, industri hijau, dan pembangunan berkelanjutan. Papua Barat memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pasifik Indonesia,” jelasnya.
Menurut Tony, Papua Barat kini mulai aktif membangun diplomasi ekonomi daerah melalui pendekatan government-to-government, business-to-business, dan subnational cooperation dengan berbagai mitra internasional, termasuk Tiongkok dan negara-negara ASEAN.
Forum RCEP Huangshan 2026 mengusung tema “New Vision, New Opportunity, New Cooperation” dengan berbagai agenda strategis, seperti RCEP Trade and Investment Cooperation Dialogue, Friendship Cities Dialogue, Education Exchange and Cooperation Dialogue, Think Tank and Media Dialogue, business matchmaking, hingga kunjungan industri.
Pemerintah Provinsi Papua Barat memandang forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi daerah dalam arus kerja sama ekonomi regional, memperluas akses investasi internasional, serta membangun kemitraan jangka panjang guna mendukung transformasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan letak geopolitik yang strategis di kawasan timur Indonesia dan berdekatan dengan jalur perdagangan Asia-Pasifik, Papua Barat dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai simpul baru investasi, industri hijau, dan pusat kerja sama regional di masa depan.[**]









Comment