Manokwari, Beritago.com – Polda Papua Barat menggelar Gelar Operasional Triwulan (TW) I Tahun 2026 di Gedung Arfak, Manokwari, Senin (18/5), sebagai langkah evaluasi dan peningkatan kinerja jajaran kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Papua Barat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Alfred Papare dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat serta Kapolres dan Kapolresta jajaran.
Dalam forum tersebut, dilakukan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas selama Triwulan I Tahun 2026, termasuk pemaparan perkembangan gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas berdasarkan data Daily Operation Reporting System (DORS).
Data menunjukkan, gangguan kamtibmas pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebanyak 971 kejadian. Jumlah itu meningkat 30 kasus atau 3 persen dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025 yang mencapai 941 kejadian.
Sementara itu, jumlah tindak pidana tercatat sebanyak 958 kasus atau naik 35 kasus dibandingkan periode sebelumnya sebanyak 923 kasus. Dari jumlah tersebut, penyelesaian perkara tercatat sebanyak 58 kasus.
Kejahatan konvensional masih mendominasi dengan total 929 kasus. Lima kasus tertinggi meliputi pencurian biasa sebanyak 158 kasus, kecelakaan lalu lintas 149 kasus, penganiayaan 122 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 74 kasus, serta penipuan atau perbuatan curang sebanyak 68 kasus.
Wilayah dengan angka gangguan kamtibmas tertinggi tercatat berada di Polresta Manokwari dengan 520 kejadian. Disusul Polres Teluk Bintuni sebanyak 106 kejadian, Polres Kaimana sebanyak 83 kejadian, dan Polres Fakfak sebanyak 65 kejadian.
Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebanyak 149 kejadian atau meningkat 12 kasus dibanding Triwulan IV Tahun 2025 yang sebanyak 137 kejadian. Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan dari 15 orang menjadi 9 orang atau turun 40 persen.
Jumlah korban luka berat meningkat dari 64 orang menjadi 99 orang, sedangkan korban luka ringan menurun dari 80 orang menjadi 58 orang. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga turun dari Rp630,2 juta menjadi Rp439,45 juta.
Dalam arahannya, Kapolda Papua Barat menegaskan pentingnya optimalisasi pelaksanaan tugas seluruh satuan kerja untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.
“Gelar operasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta memastikan seluruh jajaran bekerja secara terukur, profesional, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolda.
Sementara itu, Gadug Kurniawan mengatakan hasil analisa dan evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis guna menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat.
“Melalui kegiatan ini, kami memastikan seluruh jajaran memiliki persepsi, kesiapan, dan komitmen yang sama dalam menghadapi dinamika kamtibmas. Profesionalisme dan transparansi dalam pelaksanaan tugas akan terus kami kedepankan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” katanya.
Melalui Gelar Operasional TW I Tahun 2026 ini, jajaran Polda Papua Barat diharapkan semakin solid, responsif, dan adaptif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan di wilayah Papua Barat.[*]









Comment