Manokwari, Beritago.com – Kapolda Papua Barat Alfred Papare menggelar tatap muka bersama organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Papua Barat di Ballroom Aston Niu Manokwari, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Polda Papua Barat serta perwakilan berbagai Ormas di Papua Barat.

Pertemuan diawali dengan sambutan Ketua Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambeuw. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi Polda Papua Barat yang telah membuka ruang dialog bersama masyarakat melalui forum tatap muka tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk mempererat komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua Barat.
Perwakilan Ormas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan, menolak penyebaran hoaks dan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, serta mendukung pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua.
Selain itu, disampaikan pula rasa bangga masyarakat Papua terhadap Kapolda Papua Barat yang merupakan putra asli Papua. Mereka berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung program-program Polda Papua Barat maupun program pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Kapolda Papua Barat menegaskan bahwa Polda Papua Barat terbuka terhadap kritik dan masukan demi perbaikan institusi Polri. Ia juga menekankan bahwa pembinaan terhadap anggota Polri, khususnya putra-putri Papua yang direkrut melalui jalur Otsus dan Noken, terus dilakukan guna menciptakan personel yang disiplin dan profesional.
Kapolda juga menyinggung rencana pemutaran film Pesta Babi di Manokwari. Ia menegaskan bahwa selama kegiatan tersebut tidak melanggar hukum dan telah melalui proses sensor sesuai ketentuan, maka pemutaran film tersebut sah untuk dilaksanakan.
Menurutnya, Papua Barat dibangun di atas keberagaman dan nilai-nilai adat yang harus dihormati bersama sebagai pedoman hidup masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolda turut menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi Papua Barat saat ini, mulai dari penyalahgunaan narkoba, gangguan ketertiban oleh kalangan remaja, perselisihan antarwarga, penyebaran hoaks, ujaran kebencian di media sosial, hingga berbagai bentuk provokasi yang memanfaatkan isu sosial.
Karena itu, ia menegaskan bahwa Polda Papua Barat tetap menghormati kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat di muka umum, selama dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Gadug Kurniawan mengatakan, kegiatan tatap muka bersama Ormas merupakan bentuk komitmen Polda Papua Barat dalam membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
“Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Papua Barat tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan deklarasi bersama seluruh organisasi kemasyarakatan se-Papua Barat sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Barat.[rls]









Comment