Manokwari, beritago.com — Acara syukuran wisuda Oskar Pekey, S.Hut, berlangsung sederhana di Gubuk Labewa, Amban Pantai, Manokwari, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini dihadiri keluarga, kerabat, serta mahasiswa Pegunungan Tengah yang selama ini bersama dalam proses perkuliahan. Tradisi barapen turut ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya.

Oskar menyampaikan rasa syukur atas penyelesaian studi Sarjana Kehutanan yang ditempuh sejak 2023 hingga dinyatakan lulus pada 2025. Ia menjelaskan perjalanan pendidikannya dimulai dari jenjang Diploma 3, yang dituntaskannya pada tahun 2019, sebelum melanjutkan studi S-1 pada 2023.
“Proses perkuliahan tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari tugas yang padat hingga keterbatasan biaya harian. Namun hal tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dijalani,” ujarnya.
Oskar menekankan pentingnya menjaga ketekunan dan konsistensi selama menjalani pendidikan. Ia mendorong mahasiswa Pegunungan Tengah, khususnya dari Jayawijaya, agar fokus mendalami satu bidang ilmu sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Saya berharap adik-adik mahasiswa dapat serius pada satu bidang agar memiliki arah yang jelas setelah lulus,” tambahnya.
Selain itu, Oskar mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dalam organisasi mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT). Ia menilai kebersamaan selama berada di kota studi merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan akademik dan sosial.
Oskar juga menyinggung peran didikan orang tua yang membentuk karakter dan kedisiplinannya sejak pendidikan dasar hingga menengah. Ia menyatakan komitmennya untuk melanjutkan studi ke jenjang S-2 serta memperluas wawasan melalui keterlibatan dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Sementara itu, orang tua wali yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kebersamaan mahasiswa di Manokwari. Mereka berharap generasi muda dari Pegunungan Tengah dapat terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Acara syukuran ditutup dengan doa bersama dan penyajian makanan barapen sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya.[JS]




Comment