Health & Fitness
Home / Health & Fitness / Status PBI Sempat Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal di Manokwari Berhasil Reaktivasi JKN dengan Mudah

Status PBI Sempat Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal di Manokwari Berhasil Reaktivasi JKN dengan Mudah

Manokwari, Beritago.com – Selama hampir satu dekade hadir di Indonesia, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi salah satu program Pemerintah yang memberikan perlindungan pembiayaan layanan kesehatan bagi masyarakat. Manfaat tersebut turut dirasakan oleh Wasuri (60), peserta JKN yang berdomisili di Manokwari dan memiliki riwayat penyakit gagal ginjal.

Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani terapi hemodialisa atau cuci darah secara rutin sebagai bagian dari proses pengobatan yang dijalaninya.

Hemodialisa merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk membersihkan darah dari limbah metabolisme, kelebihan cairan, serta zat berbahaya ketika fungsi ginjal tidak lagi mampu bekerja secara optimal.

Prosedur ini juga berperan dalam membantu mengontrol tekanan darah serta menjaga keseimbangan mineral penting dalam tubuh, seperti kalium, natrium, dan kalsium dalam darah.

“Saya terdaftar sebagai peserta JKN kelas III pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Saya sudah menjalani terapi hemodialisa dalam beberapa tahun terakhir dengan jadwal pengobatan dua kali setiap minggu, yaitu pada hari Senin dan Kamis di RSUD Provinsi Papua Barat. Pengobatan ini bersifat jangka panjang dan harus dilakukan secara rutin. Beruntung, di Indonesia telah tersedia jaminan kesehatan yang dapat membantu pembiayaan pengobatan penyakit seperti yang saya alami,” ujar Wasuri.

Isu Penyesuaian Iuran JKN, Begini Respon BPJS Kesehatan

Wasuri juga menceritakan bahwa dalam proses pengobatan yang dijalaninya, ia sempat menghadapi kendala ketika status kepesertaan JKN miliknya dinonaktifkan.

Kondisi tersebut menyebabkan kartu JKN yang dimilikinya tidak dapat digunakan saat ia hendak menjalani jadwal pengobatan.
Kondisi tersebut sempat membuat Wasuri khawatir mengingat terapi cuci darah merupakan tindakan medis yang harus dilakukan secara rutin dan tidak dapat ditunda.

Meski demikian, ia segera mendapatkan informasi mengenai mekanisme pengajuan reaktivasi kepesertaan.

“Awalnya saya cukup kaget ketika mengetahui status kepesertaan saya tidak aktif saat akan menjalani cuci darah di hari Senin, padahal sebelumnya pada hari Kamis masih aktif. Saya sempat khawatir karena terapi ini harus dilakukan secara rutin. Setelah dilakukan penelusuran, saya termasuk dalam daftar peserta PBI JK yang dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Namun setelah mendapatkan penjelasan, saya diarahkan untuk mengurus reaktivasi ke Dinas Sosial setempat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses pengurusan reaktivasi berjalan cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Dengan membawa surat keterangan sakit dari rumah sakit serta identitas diri ke Dinas Sosial. Setelah dilakukan verifikasi oleh petugas Dinas Sosial, proses reaktivasi kepesertaan dapat segera dilakukan dengan dukungan koordinasi dari BPJS Kesehatan.

Personel Polresta Manokwari Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Berkala Tahun 2026

“Prosesnya cukup mudah. Saya hanya membawa surat keterangan sakit dan identitas diri ke Dinas Sosial. Petugas di sana sangat membantu dalam proses pengurusannya, dan status kepesertaan saya akhirnya dapat diaktifkan kembali sehingga saya bisa melanjutkan terapi cuci darah seperti biasa,” tuturnya.

Wasuri mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh petugas Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan sehingga proses reaktivasi dapat berjalan lancar. Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan dan semakin ditingkatkan kualitas pelayanannya, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya. Ia juga menyampaikan pesan kepada para pasien hemodialisa lainnya agar tetap semangat dalam menjalani pengobatan.

“Semoga Program JKN ini terus ada karena sangat membantu peserta yang membutuhkan seperti saya. Untuk para pasien hemodialisa lainnya, tetap semangat menjalani pengobatan. Saat ini layanan cuci darah di Manokwari sudah tersedia dan dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan. Bagi masyarakat yang belum terdaftar, saya mengimbau untuk segera mendaftar, dan bagi yang sudah menjadi peserta agar selalu memastikan status kepesertaannya tetap aktif agar tetap dapat berobat tanpa khawatir dengan biaya yang mahal,” tutupnya.[rls]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement