Health & Fitness
Home / Health & Fitness / Dari FKTP hingga Rujukan, JKN Permudah Akses Layanan Kesehatan Angeline

Dari FKTP hingga Rujukan, JKN Permudah Akses Layanan Kesehatan Angeline

Manokwari,beritago.com – Kepastian memperoleh pelayanan kesehatan tanpa hambatan menjadi pengalaman yang dirasakan Angeline (15) saat memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Angeline tercatat sebagai peserta JKN aktif segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) asal Kabupaten Manokwari.
Selama menjadi peserta JKN, Angeline mengaku tidak pernah mengalami kendala berarti dalam mengakses layanan kesehatan. Ia menuturkan bahwa sejauh ini lebih sering memanfaatkan JKN untuk pengobatan ringan seperti batuk, flu, dan demam di puskesmas tempatnya terdaftar. Menurutnya, pelayanan di FKTP sudah berjalan dengan sangat baik, mulai dari proses pemeriksaan hingga pemberian obat yang selalu sesuai dengan kebutuhannya.
“Selama ini, jika membutuhkan pengobatan, saya biasanya diantar orang tua ke puskesmas karena keluhan yang dirasakan hanya batuk atau flu. Pelayanannya cepat, dokter memberikan obat yang sesuai, dan seluruh biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya merasa sangat terbantu dan tenang karena tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan,” tutur Angeline.
Ia juga mengungkapkan bahwa kemudahan layanan semakin dirasakan dengan hadirnya Aplikasi Mobile JKN. Berbeda dengan pengalamannya beberapa tahun lalu yang mengharuskannya datang sejak pagi dan mengantre panjang di puskesmas, kini Angeline dapat memanfaatkan fitur Pendaftaran Layanan Antrean secara daring. Dengan begitu, ia tidak perlu datang lebih awal ke fasilitas kesehatan hanya untuk mengambil nomor antrean.
“Saya cukup membuka Aplikasi Mobile JKN, lalu memilih menu pendaftaran layanan antrean dan memilih fasilitas kesehatan tempat saya terdaftar. Setelah itu langsung terlihat nomor antrean, estimasi waktu pelayanan, hingga nama dokter yang akan melayani. Jadi, saya bisa datang mendekati giliran tanpa harus menunggu lama di fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Angeline juga menceritakan pengalaman orang tuanya yang pernah merasakan kemudahan dalam menjalani proses rujukan. Menurutnya, administrasi rujukan yang dijalani orang tuanya berlangsung lancar dan diberikan sesuai dengan kebutuhan medis yang ditetapkan oleh dokter.
“Ketika orang tua saya sakit dan berobat di puskesmas, dokter memberikan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Jika memang dibutuhkan, rujukan diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Seluruh proses pelayanan yang kami jalani dengan memanfaatkan Program JKN berjalan dengan baik dan tanpa kendala. Bahkan saat pemeriksaan di rumah sakit, kami juga menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk mengambil antrean,” pungkasnya.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan Angeline bahwa Program JKN merupakan bentuk perlindungan kesehatan yang sangat penting. Tidak hanya menghadirkan rasa aman saat menghadapi kondisi darurat, JKN juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan yang berkelanjutan bagi setiap keluarga.
Menutup ceritanya, Angeline berharap ke depan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan sekaligus aktif memanfaatkan teknologi dalam mengakses layanan kesehatan. Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan menuju gaya hidup yang lebih sehat, sekaligus meningkatkan literasi digital di bidang kesehatan.
“Menjadi peserta JKN bukan sekadar memiliki kartu, tetapi juga memahami hak dan manfaat yang melekat di dalamnya. Jika layanannya bisa dimanfaatkan dengan semudah ini, tentu sangat disayangkan apabila tidak digunakan. Saya berharap teman-teman generasi muda mulai lebih peduli terhadap kesehatan, karena kesehatan adalah investasi jangka panjang. Dengan adanya Program JKN, kita sudah memiliki pegangan yang pasti untuk melindungi diri dan keluarga,” tutup Angeline .

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement