Manokwari, beritago.com – Suara penolakan terhadap rencana kehadiran Menteri Investasi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Manokwari, kembali mengemuka. Tokoh pemuda Papua, Anthon Worabai, menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan aksi penolakan terbuka saat Bahlil dijadwalkan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Papua Barat pada Sabtu (8/11) mendatang.
Menurut Worabai, penolakan ini bukan sekadar sentimen politik atau manuver kelompok tertentu, melainkan bentuk kegelisahan masyarakat Papua atas pola pendekatan investasi yang dianggap tidak berpihak pada Orang Asli Papua (OAP). Ia menilai Bahlil selama ini membawa pendekatan investasi yang berbau “penataan dari luar”, tanpa mempertimbangkan hak ulayat, struktur sosial, dan kedaulatan ekonomi masyarakat adat.
“Papua bukan tanah kosong. Ini bukan halaman belakang yang bisa diatur semaunya. Kami menolak kehadiran Bahlil karena banyak kepentingan yang ditumpangkan lewat proyek investasi yang tidak transparan dan berpotensi mengorbankan hak masyarakat adat,” ucapnya, Kamis (6/11).
Ia menambahkan, jika agenda kehadiran Bahlil tetap dipaksakan, maka pihaknya siap melakukan aksi pemalangan dan mengerahkan massa di Bandara Rendani Manokwari. “Kami sudah siap turunkan massa untuk menghadang. Jangan ada intimidasi ekonomi berkedok investasi. Papua butuh pertumbuhan yang menghormati pemilik tanah, bukan yang meminggirkan mereka,” tegasnya.
Penolakan ini mencerminkan ketegangan lama antara kebutuhan pembangunan dan tuntutan penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat Papua. Investasi, bila tidak disertai partisipasi bermakna OAP, mudah terbaca sebagai “kemajuan yang datang dengan menginjak orang di dalamnya”.
Worabai menambahkan, kedepan, pertanyaan penting bagi para pemangku kebijakan adalah bagaimana menghadirkan investasi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga keadilan, kedaulatan ekonomi lokal, dan rasa memiliki bagi masyarakat adat?!
“Sebab tanah Papua bukan hanya ruang geografis, melainkan warisan identitas yang tidak bisa dinilai dengan angka-angka”,tandasnya.[rls]




Comment