Manokwari, Beritago.com — Guna menekan penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan pelajar, SMP Negeri 2 Manokwari resmi menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan handphone (HP) selama jam sekolah.
Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan fokus belajar sekaligus mendorong interaksi sosial antar siswa.
Kepala SMPN 2 Manokwari, Margriet Pondajar, M.Pd., Rabu (1/4/2026), menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diberlakukan setelah adanya sosialisasi dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan belum lama ini.
“Pihak sekolah sepakat untuk segera menindaklanjuti dengan menetapkan aturan bahwa siswa dilarang membawa HP ke dalam kelas saat proses belajar berlangsung. Penggunaan HP hanya diperbolehkan setelah jam sekolah berakhir,” jelasnya.
Menurut Margriet, keputusan ini juga didasarkan pada keluhan sejumlah orang tua yang mengaku anak-anak mereka mulai sulit lepas dari gadget. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi sosial, hingga melemahnya komunikasi di lingkungan keluarga.
“Banyak orang tua menyampaikan bahwa anak-anak cenderung mengurung diri dan kurang bersosialisasi. Kami melihat ini sebagai sinyal penting untuk mengambil langkah nyata dari lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sebagai solusi, pihak sekolah menyediakan layanan call center yang dapat diakses orang tua apabila ingin menyampaikan informasi penting kepada siswa selama berada di sekolah.
“Kami akan membagikan nomor khusus kepada orang tua/wali. Jadi jika ada keperluan mendesak, komunikasi tetap bisa dilakukan tanpa harus melalui HP pribadi siswa,” tambahnya.
Tak hanya itu, sekolah juga berencana menggelar pertemuan bersama orang tua/wali murid dalam waktu dekat untuk membahas dan menyepakati kebijakan tersebut secara bersama-sama.
“Kami membutuhkan dukungan penuh dari orang tua agar kebijakan ini berjalan efektif. Ini bukan hanya aturan sekolah, tetapi bagian dari upaya bersama membentuk karakter generasi muda,” tegas Margriet.
Meski membatasi penggunaan HP, sekolah tetap mengakomodasi kebutuhan pembelajaran berbasis digital. SMPN 2 Manokwari telah menyiapkan tiga laboratorium komputer yang dapat digunakan siswa apabila diperlukan akses internet atau materi pembelajaran elektronik.
“Kami memastikan kebutuhan belajar tetap terpenuhi. Jika ada pembelajaran berbasis digital, siswa akan diarahkan menggunakan fasilitas sekolah yang telah tersedia,” jelasnya.
Margriet optimistis kebijakan ini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang, khususnya dalam membangun kedisiplinan, meningkatkan fokus belajar, serta membentuk karakter siswa yang lebih mandiri dan berimbang dalam penggunaan teknologi.
“Ini langkah kecil, tetapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten. Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter,” tandasnya.[ars]








Comment