Manokwari, Beritago.com – Suasana kebersamaan mewarnai pekan terakhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di Papua Barat. Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar suku dan elemen masyarakat, Wakil Ketua I DPR Papua Barat yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Forum Komunikasi Kerukunan Suku Nusantara (FKKSN) Provinsi Papua Barat, Petrus Makbon, menggelar acara buka puasa bersama yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari pada Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat. Hadir mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Inspektur Daerah Provinsi Papua Barat Dr. Erwin P.H. Saragih S.H.,M.H dan jajaran Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta puluhan kepala suku dan ketua paguyuban nusantara dari berbagai daerah di Papua Barat.

Beberapa pejabat yang turut hadir di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Rheinhard Calvin Maniagasi dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Max Sabarofek.
Dalam amanat Gubernur Papua Barat yang dibacakan oleh Erwin Saragih, menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan anggota FKKSN atas dedikasi mereka dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.
Ia menegaskan bahwa forum komunikasi suku nusantara memiliki posisi strategis sebagai penghubung antar komunitas suku dan budaya di daerah tersebut.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi simbol nyata persatuan masyarakat yang hidup dalam bingkai kebhinekaan.
“FKKSN memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antar suku dan budaya di Papua Barat. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman yang ada,” ujar Saragih menyampaikan pesan Gubernur.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Papua Barat merupakan tanah yang subur bagi tumbuhnya nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan gotong royong. Karena itu, keberadaan forum seperti FKKSN dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat yang berasal dari latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda.
Momentum Ramadhan, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Momentum buka puasa bersama ini membuktikan bahwa Papua Barat adalah rumah bersama bagi seluruh anak bangsa. Di sinilah kita menjaga keharmonisan dan memperkuat semangat persaudaraan,” tambahnya.
Sementara itu, Petrus Makbon menjelaskan bahwa dirinya saat ini dipercaya untuk mengkoordinir FKKSN Papua Barat, dengan rencana pelantikan kepengurusan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Ia menuturkan bahwa forum tersebut menghimpun berbagai perwakilan suku nusantara yang tinggal dan menetap di Papua Barat. Setiap kabupaten telah memiliki perwakilan yang aktif berperan dalam menjaga hubungan antar masyarakat.
Menurut Makbon, FKKSN juga berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk menyelesaikan persoalan antar suku secara bijaksana dan melalui pendekatan kekeluargaan.
“Suku-suku Papua yang tersebar di tujuh wilayah sudah tergabung dalam forum ini. Sementara beberapa suku dari Aceh dan Kalimantan masih dalam proses bergabung. Kami berharap setelah Ramadhan kepengurusan FKKSN Papua Barat dapat segera dilantik,” kata Makbon.
Ia menambahkan, keberadaan FKKSN diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial yang mempererat persaudaraan lintas etnis sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Para tokoh suku, pejabat daerah, serta perwakilan paguyuban yang hadir tampak membaur, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat di Papua Barat.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, pertemuan seperti ini menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Papua Barat yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.[ars]






Comment