Business Daerah Pendidikan
Home / Transportasi / Pendidikan / Racquel Bersinar: Papua Barat Bawa Pulang 3 Emas di ISIF Bali 2025

Racquel Bersinar: Papua Barat Bawa Pulang 3 Emas di ISIF Bali 2025

Manokwari, Beritago.com — Bali menjadi saksi gemilangnya kiprah generasi muda Papua Barat dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 yang berlangsung 12–14 November. Dari 350 tim dan lebih dari 1.700 peserta dari 32 negara, Papua Barat tampil mencolok dengan torehan tiga medali emas. Dua diraih tim Manokwari dan satu lagi datang dari Sorong.

Di antara para peraih emas itu, nama Racquel Hennyette Putri Tungga—siswi SMA Negeri 1 Manokwari yang akrab disapa Rara—menjadi pusat perhatian. Sosok yang sebelumnya dikenal publik sebagai pemenang Putri Citra ini menunjukkan bahwa pesona panggung tidak menghalangi kecemerlangan akademik.

Foto: Racquel kedua dari sebelah kiri saat tiba di Manokwari bandara Rendani, Selasa(18/11)

Emas Pertama: Inovasi Teknologi Nelayan dari Tim 1 Manokwari

Racquel bergabung dalam Tim 1 Manokwari yang meraih Gold Medal pada kategori Physics, Energy, and Engineering. Karya mereka bertajuk Design of an Acoustic Fish Caller for Catching Cyprinus carpio Based on a Sensor—sebuah inovasi alat pemanggil ikan berbasis akustik yang dirancang untuk membantu nelayan menangkap ikan mas secara lebih efektif tanpa merusak lingkungan.

Tim ini merupakan kolaborasi tiga sekolah di Manokwari: SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat. Komposisi anggotanya adalah Patria Luna Damaiyanti Wetebosi, Carey Alfayudy Kuhuela, Jeremiah Micheal Samuel Tuhepary, serta Racquel Hennyette Putri Tungga.

Longsor Tutup Jalan Wasai–SP1, Warga Wasai Bergotong Royong Buka Akses

Emas Kedua: Riset Diabetes dari Tim 2 Manokwari

Dominasi Manokwari berlanjut lewat Tim 2 yang kembali menyumbang emas, kali ini di kategori Environment Science. Mereka mengusung penelitian berjudul The Potential of Stichopus ocellatus Saponin Compounds to Increase Glucose Transporter Protein in Diabetes Mellitus, yang menyoroti potensi senyawa saponin dari teripang untuk mendukung terapi diabetes. Tim ini terdiri dari Agrielycia Elvira Pondan, Hadasa Yumame, Marselina Kristi Rahawarin, dan Quincy Condoleezza Fangohoy Arobaya.

Emas Ketiga: Sorong Ikut Menyumbang Prestasi

Di luar Manokwari, Tim Sorong turut menyumbang kebanggaan dengan meraih medali emas pada kategori Life Science, menjadikan total tiga emas untuk Papua pada gelaran ISIF 2025.

Mayat Wanita Ditemukan Dalam Mobil,Tiga Orang Diamankan

Racquel, Simbol Ketekunan dan Talenta Papua

Meski tiga tim meraih emas, Racquel tetap menjadi figur yang banyak diperbincangkan. Ia dikenal sebagai siswi tekun yang menyukai riset praktis dan membaca literatur ilmiah. Di luar sekolah, ia aktif dalam kegiatan sosial dengan kepedulian kuat pada isu lingkungan. Rara adalah putri dari pasangan Luis Pablo dan Angel Jacklyn Karubaba, dikenal rendah hati namun ambisius dalam belajar.

Ketika menerima medali di Bali, senyum simpelnya memancarkan kebanggaan tersendiri. Setelah diumumkan sebagai pemenang, ia hanya berkata pelan, “Ini untuk Papua.” Ucapan pendek yang terasa seperti percikan kecil dari api besar yang tengah tumbuh di Timur Indonesia.

Prestasi yang Menggema ke Tingkat Internasional

Coffee Morning Kabid Humas Papua Barat Bersama Wartawan Bangun Kemitraan dan Silaturahmi

ISIF, yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), setiap tahun mempertemukan inovator muda dari Asia hingga Eropa. Dengan peserta dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Meksiko, Luxemburg, hingga Iran, persaingan berlangsung ketat. Keberhasilan tim-tim Papua Barat memperlihatkan bahwa talenta ilmiah dari Timur Indonesia bukan hanya mampu bersaing—tetapi mampu menang.

Suasana malam pengumuman pemenang di Bali dipenuhi euforia. Bendera Papua Barat berkibar di antara puluhan negara lain, sementara nama Manokwari disebut dua kali sebagai peraih emas. Bagi banyak peserta dan pendamping, momen itu terasa seperti bab kecil dalam sejarah pendidikan sains Indonesia.

Papua tampaknya sedang memasuki babak baru: bab di mana sains, inovasi, dan mimpi anak-anak mudanya mulai bicara lebih lantang pada dunia.[ars]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement