Manokwari, Beritagocom — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manokwari St. Villanova menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus pelantikan pengurus baru periode 2025–2027, Jumat (14/11/2025). Acara berlangsung di Ballroom Hotel Orestom Bay Rendani dan dihadiri oleh alumni, senior PMKRI, OKP Cipayung, BEM kampus, serta sejumlah perwakilan ikatan kedaerahan.
FGD kali ini mengusung tema “Kolaborasi Peran Strategis PMKRI dalam Isu Sosial dan Keadilan Ekologis”, sedangkan pelantikan mengangkat tema “Meneguhkan Kepemimpinan Pelayan yang Kritis, Kolaboratif, dan Berdampak Sosial”.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten: anggota DPR Papua Barat Aloysius P. Siep, S.E.; Guru Besar Hukum Agraria Prof. Dr. Robert K.R. Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA; serta anggota DPR-RI Lambek Dowansiba, Amd.Par, Ismael Ibrahim Watora, SH., MT – MRPB Pokja Agama dan Adat, serta AKBP Muhammad Alwafi, Ph.D – Kepala Bidang Sosial Budaya Polda Papua Barat
Diskusi dipandu moderator Yohanes Ada Lebang, S.P., M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memaparkan pandangan mengenai peran strategis mahasiswa, khususnya PMKRI, dalam merespons isu-isu sosial dan tantangan ekologis yang terjadi di Tanah Papua.
Pada kesempatan yang sama, Romo thomas Suparno, CM resmi melantik pengurus PMKRI Cabang Manokwari periode 2025–2027. Pelantikan tersebut menjadi momentum baru bagi organisasi untuk memperkuat gerakannya di bidang sosial, kemasyarakatan, dan ekologis.
Ketua Panitia, Yuventus Tomurubun, menjelaskan bahwa proses penyelenggaraan kegiatan penuh tantangan karena padatnya aktivitas perkuliahan. Meski demikian, dukungan para kader dan senior membuat forum diskusi berjalan hidup, melahirkan berbagai gagasan untuk solusi bersama.
Ketua Panitia, Yuventus Tomurubun, menjelaskan bahwa proses penyelenggaraan kegiatan penuh tantangan karena padatnya aktivitas perkuliahan. Meski demikian, dukungan para kader dan senior membuat forum diskusi berjalan hidup, melahirkan berbagai gagasan untuk solusi bersama.
Yuventus menegaskan bahwa tujuan utama FGD adalah membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa, tokoh masyarakat, akademisi, dan instansi terkait untuk menelaah isu sosial serta ekologis yang kini semakin mendesak. Mengingat Papua adalah salah satu paru-paru dunia, ia menilai penting memastikan pelestarian budaya, lingkungan, dan hak-hak masyarakat adat tidak tergerus oleh persoalan ekologis.
Ia juga menambahkan bahwa pertemuan ini bukan akhir, tetapi awal penguatan solidaritas lintas kampus dan organisasi. Peserta yang hadir berasal dari OKP Cipayung, perwakilan UNIPA, UNCIRI, STIH, dan sejumlah kampus lainnya. Harapannya, kolaborasi tidak berhenti pada forum ini, melainkan terus berlanjut pada program-program berikutnya.
Sementara itu, Ketua PMKRI Cabang Manokwari, Maria Novita Numut, menyatakan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat visi dan misi organisasi dalam membela kaum tertindas dengan semangat Pro Ecclesia et Patria.
Maria menekankan bahwa program kerja nantinya akan berbasis pada persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat, terutama isu sosial dan ekologis di Manokwari. PMKRI akan mendorong forum-forum diskusi, advokasi lapangan, serta menjalin relasi dengan berbagai pihak, termasuk lintas agama dan organisasi mahasiswa.
Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa PMKRI Manokwari semakin percaya diri, adaptif, dan kritis dalam menjawab tantangan zaman, serta mampu berkolaborasi luas dengan OKP Cipayung dan berbagai elemen di Manokwari.
Pertemuan ini menandai sebuah langkah awal yang lebih solid bagi PMKRI Manokwari dalam memperkuat peran strategis mereka sebagai agen perubahan sosial dan penjaga keadilan ekologis di Papua Barat — sebuah peran yang semakin relevan dalam dinamika lingkungan dan masyarakat hari ini.[red/JS]




Comment