Manokwari, Beritago.com – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada fasilitas kesehatan yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui penghargaan “Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Tahun 2025”, BPJS menegaskan pentingnya mutu pelayanan, inovasi digital, serta integritas administrasi dalam sistem kesehatan nasional.
Kegiatan ini digelar dengan mengusung semangat “Seva Paramahita”, yang bermakna pelayanan tulus dan luhur demi kebaikan bersama. Penghargaan diberikan kepada fasilitas kesehatan terbaik di tingkat wilayah dan cabang yang dinilai berkomitmen tinggi terhadap kualitas layanan dan efisiensi pengelolaan klaim.
Berikut para penerima penghargaan Faskes Berkomitmen Tahun 2025:
Tingkat Kedeputian Wilayah XII
• Kategori FKRTL Tipe D: RS Bhayangkara Polda Papua Barat
• Kategori FKRTL Tipe C: RSUD Teluk Bintuni
Tingkat Cabang Manokwari
• Kategori Puskesmas: Puskesmas Fakfak
• Kategori Klinik Pratama: Klinik Kimia Farma
• Kategori TPMD: dr. Meityor
• Kategori RS Kelas C: RSUD Teluk Bintuni
• Kategori RS Kelas D: RS Bhayangkara Polda Papua Barat
Dalam sambutannya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyono, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk terus berbenah.
“Penghargaan tahun ini menilai dua aspek penting, yakni kualitas layanan dan kualitas klaim. Dari antrean online hingga validasi biometrik, dari kecepatan klaim hingga akurasi verifikasi—semuanya menjadi ukuran dedikasi pelayanan,” ujar dr. Dwi.
Ia menambahkan, fasilitas kesehatan adalah garda terdepan keberhasilan program JKN. Sinergi antara BPJS dan tenaga medis menjadi kunci dalam memastikan peserta mendapat layanan terbaik. “Dengan dukungan teknologi, kedisiplinan administrasi, dan semangat pelayanan tulus, kita menjaga kepercayaan peserta JKN,” tegasnya.
Lebih jauh, dr. Dwi mengungkapkan bahwa pembiayaan pelayanan kesehatan dalam program JKN terus meningkat seiring dengan perluasan cakupan peserta. Pada tahun 2024, BPJS mencatat biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp160 triliun, termasuk pembiayaan kapitasi dan nonkapitasi di seluruh fasilitas kesehatan.
“Manokwari sempat menembus tiga besar nasional pada 2023. Saya berharap di 2026 nanti, ada lagi perwakilan dari Papua Barat yang mengulang prestasi itu,” katanya penuh optimisme.
Sementara itu, dr. Alwan Rimosan, Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Wilayah Papua Barat, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam menjaga semangat kolaborasi lintas fasilitas. “Saya melihat peningkatan nyata baik di rumah sakit rujukan maupun fasilitas tingkat pertama. Kerja keras tenaga kesehatan patut diapresiasi,” ujarnya.
Melalui penghargaan ini, BPJS Kesehatan Cabang Manokwari berharap seluruh fasilitas kesehatan di Papua Barat terus memperkuat komitmen terhadap mutu, kolaborasi, dan inovasi, menuju pelayanan JKN yang semakin mudah, cepat, dan setara bagi seluruh masyarakat.[rls]




Comment