Daerah Hukrim
Home / Hukrim / Begini Kronologis Tragis Pembunuhan AGT: Dari Hilang Secara Misterius hingga Dimutilasi, Ditemukan di Septik Tank

Begini Kronologis Tragis Pembunuhan AGT: Dari Hilang Secara Misterius hingga Dimutilasi, Ditemukan di Septik Tank

Pembunuhan Aresty Gunar Tinarga: Dari Hilang Secara Misterius hingga Dimutilasi, Ditemukan di Septik Tank

Manokwari, beritago.com — Kasus hilangnya seorang ibu rumah tangga bernama AGT (38) akhirnya terungkap dengan cara yang memilukan. Polisi berhasil menangkap Yahya Himawan (29), terduga pelaku penculikan sekaligus pembunuhan sadis terhadap korban, pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIT di Kompleks Perumahan Green Valey, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Korban Aresty diketahui merupakan istri dari AH, seorang ASN di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari. Sementara pelaku adalah warga Reremi Puncak, Distrik Manokwari Barat, yang bekerja di sektor swasta dan sebelumnya pernah menjadi tukang renovasi di rumah korban.

Informasi yang dihimpun media ini,
peristiwa bermula pada Senin (10/11/2025) ketika AH melapor ke Polresta Manokwari karena istrinya tidak lagi bisa dihubungi dan menghilang dari rumah. Pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT, Amri pergi bekerja dalam keadaan rumah dan keluarganya baik-baik saja. Sekitar pukul 13.00 WIT, ia mengirim pesan melalui WhatsApp menanyakan aktivitas istrinya, dan korban membalas sedang mencuci pakaian. Namun dua jam kemudian, tepat pukul 15.00 WIT, Amri kembali mengirim pesan, dan korban menjawab secara mengejutkan bahwa dirinya meminta maaf karena telah berselingkuh dengan seseorang asal Makassar.

Proses ditemukan nya korban AGT yang dikubur pada septik tank di sebuah rumah

Jawaban itu membuat Amri curiga. Ia segera meminta tetangga untuk memeriksa kondisi rumah, namun tetangga melaporkan bahwa rumah korban dalam keadaan kosong. Merasa ada yang tidak beres, Amri kemudian menuju SPKT Polresta Manokwari untuk membuat laporan kehilangan. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak melakukan pencarian. Barang-barang milik korban ditemukan di sebuah rumah yang sedang direnovasi di belakang Karaoke Melodica, namun korban belum ditemukan.

Mayat Wanita Ditemukan Dalam Mobil,Tiga Orang Diamankan

Penangkapan Pelaku

Upaya pencarian terus dilakukan hingga keesokan harinya. Sekitar pukul 14.00 WIT, polisi menerima informasi penting bahwa salah satu anggota keluarga pelaku mendapatkan telepon dari nomor yang diduga digunakan oleh Yahya. Tim langsung menindaklanjuti informasi tersebut dan bergerak ke lokasi yang dicurigai.

Sekitar pukul 15.30 WIT, tim menemukan pelaku sedang duduk bersama sejumlah karyawan cetak batu di sekitar Perumahan Green Valey. Petugas segera mengamankan pelaku tanpa perlawanan dan membawanya ke Mapolresta Manokwari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pengakuan Mengejutkan

Coffee Morning Kabid Humas Papua Barat Bersama Wartawan Bangun Kemitraan dan Silaturahmi

Dalam interogasi awal, Yahya mengakui bahwa dirinya telah menculik dan membunuh korban di rumah korban sendiri. Ia mengaku mengenal Aresty karena sebelumnya pernah bekerja memperbaiki dapur rumah korban, sehingga kehadirannya tidak menimbulkan rasa curiga.

Pelaku mengaku awalnya berniat mengancam korban untuk meminta uang. Namun ketika korban menolak dan melawan, pelaku panik dan takut korban berteriak, sehingga ia menikam korban sebanyak dua kali di bagian dada hingga meninggal dunia. Setelah itu, pelaku memasukkan jenazah korban ke dalam box kontainer pakaian, lalu membersihkan bercak darah di lokasi kejadian.

Tidak berhenti di situ, pelaku menyewa mobil pickup untuk mengangkut jenazah menuju rumah tempatnya bekerja di Lorong belakang Melodica, Reremi Puncak. Di lokasi itu, pelaku memutilasi tubuh korban dan menguburkannya di dalam septik tank di belakang rumah tersebut.

Evakuasi Jenazah

Polri Siapkan Pengiriman Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sekitar pukul 15.50 WIT, pelaku dibawa oleh anggota Polri ke lokasi tempat ia mengubur korban. Di sana, pelaku menunjukkan secara langsung posisi jenazah korban yang terkubur di dalam septik tank. Personel gabungan dari Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari kemudian melakukan proses evakuasi terhadap jasad korban dan membawanya dengan mobil ambulans menuju kamar jenazah RSUD Manokwari.

Setelah proses evakuasi selesai, sekitar pukul 17.30 WIT, pelaku kembali dibawa ke Polresta Manokwari untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Indikasi Pembunuhan Berencana

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan indikasi kuat bahwa pelaku telah merencanakan pembunuhan ini secara matang. Bukti menunjukkan pelaku datang ke rumah korban dengan membawa pisau dan sudah menyiapkan tempat untuk mengubur korban di lokasi kerjanya, yang sebelumnya telah ia kenal dengan baik. Semua ini menunjukkan bahwa tindakan tersebut bukan spontanitas, melainkan kejahatan yang telah direncanakan sebelumnya.

Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa pelaku tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat kecanduan judi online (judol). Karena terdesak kebutuhan uang, ia berusaha meminjam uang dari korban. Namun setelah permintaannya ditolak, pelaku kehilangan kendali dan melakukan tindakan keji tersebut.

Saat ini kasus tersebut masih terus didalami oleh Satreskrim Polresta Manokwari bersama Polda Papua Barat untuk mengungkap seluruh motif, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut membantu pelaku dalam aksi kejam tersebut.[ars]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement