Manokwari, Beritago.com – Operasi Keselamatan Mansinam yang hampir menuntaskan masa pelaksanaan selama 14 hari di Manokwari tak semata mengandalkan penindakan. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manokwari juga menekankan pendekatan edukatif kepada pengguna jalan melalui pembagian brosur, stiker keselamatan, serta pemasangan perangkat pendukung keselamatan.
Selama operasi berlangsung, personel Satlantas telah membagikan 208 lembar brosur keselamatan, 90 lembar stiker, dan memasang 123 unit life LED di sejumlah titik. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi.

Operasi Mansinam yang belum lama dilaksanakan oleh Satlantas Polresta Manokwari bersama Dikbangspes Polda Papua Barat belum lama ini.(Dok Beritago)
Kasatlantas Polresta Manokwari, Iptu Nurfah Thajong, menjelaskan bahwa di samping edukasi, penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. Tercatat 263 teguran diberikan kepada pengendara, sementara tilang manual berujung pada pengamanan 50 kendaraan, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4).
“Penindakan paling banyak terhadap kendaraan roda dua. Pelanggaran yang dominan adalah penggunaan knalpot brong atau tidak standar, tidak memakai helm, serta kelengkapan administrasi kendaraan yang tidak lengkap,” jelas Nurfah, Kamis (12/2/2026).
Dari total penindakan, pelanggaran tidak menggunakan helm menjadi yang paling menonjol, dengan 183 tindakan berupa teguran dan tilang manual. Sementara itu, pada kendaraan roda empat tercatat empat pelanggaran utama, yakni pengendara yang tidak menggunakan safety belt.
Yang menjadi perhatian serius, lanjut Nurfah, adalah tingginya pelanggaran yang melibatkan pelajar. “Kami banyak menemukan anak pelajar pulang sekolah berbonceng tiga, tidak menggunakan helm, bahkan melawan arus. Ini paling sering kami temui di wilayah Wosi,” ungkapnya.
Menindaklanjuti arahan Kapolda Papua Barat, Satlantas Polresta Manokwari juga memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan. Personel ditempatkan secara khusus di lokasi-lokasi tersebut, terutama pada jam masuk sekolah dan saat jam pulang.
Dari sisi keselamatan, data kecelakaan lalu lintas selama Operasi Mansinam menunjukkan adanya delapan kejadian laka lantas. Rinciannya, dua orang meninggal dunia, enam mengalami luka berat, delapan luka ringan, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp65 juta.
Menutup keterangannya, Nurfah kembali mengingatkan masyarakat menjelang Operasi Ketupat mendatang.
“Saya tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara. Keselamatan pribadi di jalan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga menyangkut keselamatan orang lain,” pungkasnya.[ars]






Comment