Daerah Hukrim
Home / Hukrim / Diduga Mayat ART Membusuk di Mobil Rental, Pengusaha Penginapan Diperiksa Polisi

Diduga Mayat ART Membusuk di Mobil Rental, Pengusaha Penginapan Diperiksa Polisi

Manokwari, Beritago.com — Sebuah peristiwa ganjil kembali mengguncang Manokwari. Jenazah seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun, belakangan diketahui sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Ingrid, ditemukan membusuk di dalam mobil Inova hitam yang terparkir di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih, Sabtu (29/11/2025). Temuan ini memicu dugaan kekerasan di salah satu wisma di kawasan Pasar Wosi.

HB, tukang gali kubur di TPU Pasir Putih, menjadi orang pertama yang curiga dengan kondisi jenazah tersebut. Dua hari sebelumnya, seorang perempuan tak dikenal datang meminta bantuan menggali liang kubur. Harga jasa sempat disepakati sebesar Rp6 juta, namun perempuan itu hanya sanggup membayar Rp2 juta. HB memutuskan tetap membantu karena merasa iba,dengan pemikiran mungkin sedang berduka.

Penggalian liang dilakukan Jumat sore hingga malam, dan perempuan tersebut menambah uang Rp2,5 juta untuk makan para penggali kubur. Namun kejanggalan mulai muncul ketika ia mengabarkan bahwa jenazah tidak akan memakai peti dan meminta HB menyiapkan gergaji serta triplek.

 

Longsor Tutup Jalan Wasai–SP1, Warga Wasai Bergotong Royong Buka Akses

Kejanggalan itu memuncak saat mobil Inova hitam tiba di TPU. Bukan ambulans, melainkan kendaraan rental berisi seorang remaja, dua orang dewasa, dan jenazah yang diletakkan begitu saja di bagasi tanpa kafan atau riasan apa pun. HB menuturkan bahwa perempuan itu kemudian pergi ke kota untuk mencari peti, meninggalkan jenazah dalam kondisi membengkak dan membusuk.

“Saya sampaikan bahwa tugas kami hanya gali liang, bukan urus jenazah. Tapi Ibu itu bilang tunggu saja karena mereka sedang cari peti,” ujar HB.

Kecurigaan HB membuat ia menghubungi Polresta Manokwari. Ketika polisi tiba dan melakukan olah tempat kejadian, perempuan tersebut sudah kembali membawa peti jenazah. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah untuk pemeriksaan medis.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara Samosir, membenarkan bahwa jenazah menunjukkan tanda-tanda pembusukan empat hari. Hal ini membuat luka-luka lebam sulit diidentifikasi secara jelas. Meski demikian, adanya dugaan kekerasan tetap menguat.

“Menurut keterangan dokter Forensik setelah melakukan visum,luka lebam kemungkinan akibat benda tumpul ataupun benturan belum bisa dipastikan detail karena badan korban sudah membengkak,dokter forensik masih terus bekerja. Nanti kita sampaikan kembali”,jelas Samosir kepada media ini,Sabtu(29/11)

Mayat Wanita Ditemukan Dalam Mobil,Tiga Orang Diamankan

“Kami masih melakukan pendalaman. Tiga orang sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” ujar Agung.

Tiga orang yang dimaksud adalah pemilik Wisma berinisial A(istri), suaminya B, serta anak mereka B(Remaja). Ketiganya diduga membawa jenazah itu ke TPU dan menjadi pihak yang meminta HB menggali liang.

Informasi dari warga sekitar menambah gelap suasana: Penginapan tersebut , disebut-sebut kerap menjadi lokasi kekerasan, bahkan beberapa kali dikaitkan dengan penemuan mayat. Warga mengaku sejak pagi melihat anggota polisi berpakaian preman keluar-masuk wisma tersebut untuk melakukan olah TKP

Sementara motif kematian Ingrid masih diselidiki, polisi belum memastikan apakah ini pembunuhan berencana atau kekerasan yang berujung maut. Namun rangkaian kejanggalan—mulai dari jenazah tanpa peti, kondisi tubuh yang membusuk, hingga upaya penguburan tergesa-gesa—mendorong penyidik bekerja lebih dalam.[red]

Coffee Morning Kabid Humas Papua Barat Bersama Wartawan Bangun Kemitraan dan Silaturahmi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement