Daerah Pendidikan
Home / Transportasi / Pendidikan / Presma UNIPA Diharapkan Jadi Motor Perubahan Menuju Generasi Emas 2045

Presma UNIPA Diharapkan Jadi Motor Perubahan Menuju Generasi Emas 2045

Manokwari, beritago.com — Seorang dosen Universitas Papua (UNIPA), Dr. Ir. Mulyadi Djaya, M.Si, menegaskan bahwa Presiden Mahasiswa (Presma) atau Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memegang peran strategis dalam membentuk wajah kepemimpinan generasi muda Indonesia. Pesan itu ia sampaikan pada Rabu, 12 November 2025, saat berbincang santai bersama akademisi, aktivis mahasiswa, dan awak media.

Dosen Etnografi sekaligus penulis buku Etnografi Pembangunan Papua dan Budaya Pertanian Papua ini menilai Presma memiliki fungsi penting sebagai penyambung lidah mahasiswa kepada pihak universitas, pemimpin gerakan perubahan, serta magnet gagasan kemajuan kampus. Peran itu, menurutnya, sejalan dengan visi besar “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Ia menyoroti satu dari delapan misi strategis Asta Cita, yaitu memperkuat harmoni kehidupan dengan alam, budaya, dan meningkatkan toleransi antarumat beragama. “Kualitas kepemimpinan Presma sangat menentukan arah pembentukan karakter generasi emas bangsa. Mereka bukan hanya pemimpin kampus, tetapi calon pemimpin negara,” tutur Mulyadi.

Menurutnya, Presma yang diusung mahasiswa seharusnya memiliki rekam jejak akademik yang baik, kemampuan komunikasi yang kuat, serta kapasitas memimpin isu-isu strategis yang menyentuh kehidupan mahasiswa. Ia mencontohkan isu kesejahteraan, peningkatan fasilitas kampus, kualitas pendidikan, hingga terwujudnya relasi yang sehat antara mahasiswa dan pihak universitas.

Di UNIPA, peran tersebut makin vital mengingat kampus menjadi ruang pertemuan berbagai latar budaya Papua dan daerah lain. “Presma harus mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa, memperbaiki kualitas hidup kampus, dan mendorong terbangunnya komunitas akademik yang inklusif,” ujarnya.

Longsor Tutup Jalan Wasai–SP1, Warga Wasai Bergotong Royong Buka Akses

Mulyadi menekankan bahwa program kerja kepemimpinan mahasiswa idealnya menyentuh pengembangan soft skills, peningkatan kualitas pendidikan, keberagaman budaya, serta pengabdian masyarakat. Semua itu, katanya, bermuara pada satu tujuan: menciptakan kampus yang lebih baik, lebih dinamis, dan lebih siap menyambut masa depan bangsa.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan mahasiswa bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tempat membentuk fondasi etika, wawasan, dan keberanian generasi penerus pemimpin Indonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement