Manokwari, beritago.com – Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAKO) Papua Barat menegaskan dukungan penuh kepada Lamek Dowansiba, anggota DPD RI aktif, sebagai calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat. Dukungan ini disampaikan sebagai sikap tegas bahwa kursi kepemimpinan HIPMI perlu diberikan kepada putra asli Papua, bukan kepada figur dari luar Papua.
Kristiann Nelson Kendy, tokoh pemuda Biak Numfor sekaligus juru bicara APAKO, menilai Lamek Dowansiba merupakan sosok yang memenuhi kriteria kepemimpinan HIPMI secara mekanisme. Dirinya menjelaskan, Lamek merupakan mantan bendahara HIPMI Papua Barat dan berpengalaman, serta rekam jejak dalam memperjuangkan ekonomi kerakyatan di Papua Barat.
“Kami mendorong agar tidak ada lagi calon lain yang mendaftar. Terutama bagi saudara-saudara kita dari komunitas Nusantara yang ingin ikut bersaing, kami berharap agar mereka dapat memahami konteks dan realitas sosial di Papua Barat. Kami ini bukan menutup pintu, tetapi kami meminta ruang yang layak bagi kami di tanah kami sendiri,” tegas Kristiann.

Lamek Dowansiba saat masih aktif sebagai bendahara HIPMI Papua Barat.(ist)
Menurutnya, pengalaman yang terjadi pada organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Barat menjadi pelajaran penting. Rencana kepemimpinan KADIN yang disebut-sebut akan dipimpin figur dari luar Papua memicu kekhawatiran bahwa ruang representasi orang asli Papua semakin terpinggirkan.
“Kalau KADIN saja sudah hampir dipimpin Nusantara, masa HIPMI juga harus kami relakan? Ini bukan soal sentimen, ini soal hak kesulungan dan keberlanjutan kaderisasi pengusaha Papua. Kami juga mampu dan kami punya figur yang jelas,” lanjutnya.
APAKO juga menyampaikan imbauan kepada calon-calon lain yang telah mengambil formulir pendaftaran agar dapat mempertimbangkan aspirasi yang berkembang dan tidak melanjutkan proses pengembalian berkas demi menghindari potensi konflik antar pemuda.
“Kami tetap menjunjung tinggi demokrasi. Tetapi demokrasi bukan alasan untuk mengabaikan keseimbangan sosial dan nilai keadilan. Kami meminta agar saudara-saudara kita tidak memaksakan kehendak hingga memicu ketegangan yang tidak perlu. Beri ruang bagi kami untuk memimpin di tanah ini,” seru Kristiann dengan nada tegas.
APAKO menegaskan bahwa perjuangan ini bukan soal membatasi siapa boleh dan tidak boleh memimpin, tetapi soal menjaga agar orang asli Papua tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan ekonomi di wilayahnya sendiri.
Dengan dukungan kuat dari berbagai elemen pemuda, akademisi, serta pelaku UMKM lokal, nama Lamek Dowansiba kini muncul sebagai kandidat terkuat menuju kursi Ketua HIPMI Papua Barat. Semua pihak kini menunggu dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang akan menjadi penentu arah organisasi pengusaha muda tersebut.
Di tengah persaingan gagasan dan aspirasi, satu pesan APAKO bergema jelas: Orang Papua bukan hanya objek pembangunan — mereka adalah subjek, pemimpin, dan penentu masa depan tanah ini.[rls]




Comment