Manokwari, beritago.com – Kepolisian Daerah Papua Barat menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat seiring masuknya musim hujan. Apel gelar pasukan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, mulai dari Mabes Polri hingga jajaran Polres, pada Jumat (7/11/2025).
Wakapolda Papua Barat, Brigjen Yosi Muhamartha, memimpin apel dan membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam arahannya, Kapolri menegaskan pentingnya kesiapan seluruh unsur, baik pemerintah pusat maupun daerah, TNI-Polri, BPBD, Basarnas, PMI, BMKG, serta masyarakat, dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

“Berdasarkan data BMKG, saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak diprediksi berlangsung secara bertahap mulai November 2025 hingga Januari 2026. Karena itu, diperlukan kesiapan optimal guna menjamin respon cepat terhadap setiap situasi bencana,” kata Wakapolda saat membacakan amanat.
Sebanyak 660 personel Polda Papua Barat disiagakan, yang terdiri dari personel kepolisian, relawan, serta dukungan lintas sektor. Kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung, mulai dari kendaraan evakuasi, peralatan komunikasi, hingga logistik darurat.
Selain kesiapan teknis, Polri menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Penanganan bencana tidak hanya mencakup evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis melalui trauma healing, rehabilitasi infrastruktur, serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak.

Wakapolda Papua Barat,Brigjen Pol Yosi Muhamartha didampingi Komandan satuan Brimob Kombes Pol. Edison Ludi Bard Sitanggang, saat meninjau kesiapan alat dari Satbrimob Papua Barat dalam rangka mengantisipasi bencana Jumat(7/11).
“Penanggulangan bencana harus dilaksanakan sesuai prosedur, baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan resiliensi masyarakat,” lanjutnya.
Wakapolda juga mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi lintas sektor. Sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, PMI, BMKG, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan terpadu dan tepat sasaran.
Di akhir amanatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesiapan operasi kemanusiaan ini.

“Mari kita laksanakan tugas ini dengan semangat, keikhlasan, dan tanggung jawab. Semoga segala upaya kita menjadi bagian dari pengabdian terbaik bagi masyarakat,” tutup Wakapolda.
Dengan kondisi geografis Papua Barat yang rentan terhadap banjir, longsor, dan gelombang tinggi, kesiapsiagaan lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat respon dan meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.




Comment