Manokwari, Beritago.com – Penurunan angka kecelakaan lalu lintas dalam Operasi Ketupat Mansinam 2026 di Papua Barat menyisakan fakta lain yang perlu menjadi perhatian serius.
Jumlah kejadian memang menurun, tetapi dampak yang ditimbulkan justru semakin berat—bahkan mematikan.
Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat mencatat, selama periode operasi tersebut terjadi 7 kasus kecelakaan, turun dari 8 kasus pada tahun 2025.
Namun di balik penurunan itu, terdapat lonjakan pada indikator yang paling krusial: korban jiwa dan kerugian materiil.
Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahtiar, mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia meningkat dua kali lipat, dari 1 orang pada tahun lalu menjadi 2 orang pada tahun ini. Peristiwa fatal tersebut terjadi di wilayah Manokwari dan Teluk Wondama.
“Ini menjadi perhatian serius bagi kami. Penurunan jumlah kejadian belum tentu mencerminkan kondisi yang lebih aman jika dampaknya justru lebih berat,” ujarnya pada saat pers rilis di Mapolda Papua Barat,Rabu(8/4/26)
Selain itu, lanjutnya , kerugian materiil juga mengalami kenaikan meski hanya sekitar 1 persen.
Sementara itu, tambahnya lagi, jumlah korban luka berat tidak mengalami perubahan, dan korban luka ringan justru menurun cukup signifikan, dari 6 kasus menjadi 3 kasus.
Fenomena ini menggambarkan perubahan pola kecelakaan: jumlahnya lebih sedikit, tetapi tingkat fatalitasnya meningkat. Dengan kata lain, kecelakaan yang terjadi cenderung lebih parah.
Polda Papua Barat menilai kondisi ini sebagai sinyal peringatan bagi semua pihak, terutama pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas masih menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan yang berujung fatal.
Pasca Operasi Ketupat, tambah Arif, bahwa aparat kepolisian tetap melanjutkan pengawasan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Dalam pelaksanaannya, tercatat 16 pelanggaran yang ditindak, dengan mayoritas pelanggaran berupa tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan tidak menggunakan helm.
Sebagai penutup, Arif menegaskan bahwa upaya pencegahan akan terus diperkuat melalui razia Blue Light Patrol, khususnya pada malam hingga dini hari di akhir pekan guna menekan aksi balapan liar.
Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak ditentukan oleh situasi jalan yang ramai atau sepi, melainkan oleh tingkat kedisiplinan setiap pengguna jalan.[ars]










Comment