Smartfren Lakukan Pengujian Jaringan 5G Tahap Kedua Juni 2021

Happiness is a direction, not a place.

uji coba jaringan 5G di pabrik Marunda Refinery milik PT Smart, 19 Agustus 2019.

uji coba jaringan 5G di pabrik Marunda Refinery milik PT Smart, 19 Agustus 2019.

Kamis, 17 Juni 2021, operator seluler Smartfren melakukan uji coba jaringan 5G tahap kedua. Uji coba tahap pertama dimulai pada 2019.

Rangkaian uji coba yang dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika ini tidak dimaksudkan untuk mendapatkan izin untuk menggelar layanan 5G. Smartfren sedang menyelidiki karakteristik layanan seluler 5G saat beroperasi dalam spektrum gelombang milimeter sebagai bagian dari uji coba ini.

“Kami berharap hasil uji coba ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan spektrum frekuensi gelombang milimeter, kita dapat melayani tujuan tertentu seperti apa,” kata Merza Fachys, Presiden dan Direktur Smartfren, saat konferensi pers virtual.

Smartfren sedang melakukan uji coba jaringan 5G di pita frekuensi gelombang milimeter 28 GHz yang belum pernah digunakan untuk layanan seluler. Operator seluler saat ini beroperasi pada pita frekuensi 2,3 GHz.

Smartfren melakukan uji coba jaringan 5G di pita frekuensi 28 GHz untuk berbagai skenario penggunaan, termasuk modem WiFi dan MiFi (mobile WiFi). Virtual reality (VR), game virtual reality, dan augmented reality juga sedang dievaluasi.

Hasilnya, kecepatan 5G Smartfren mencapai 1,8 Gbps dalam uji coba hari ini di berbagai perangkat customer premise equipment (CPE), termasuk MiFi 5G. Bandingkan dengan koneksi 8,7 Gbps yang dibuat selama fase awal uji coba.

Dua tahun lalu, uji coba dilakukan dengan menggunakan metode virtual reality dan drone untuk mengontrol jalur logistik pengiriman barang dan pemeliharaan peralatan produksi. Lokasinya berada di pusat produksi minyak Kilang Marunda di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Smartfren, pita frekuensi 28 GHz sulit dioperasikan karena penetrasinya yang rendah. Jika hasil pengujian memuaskan, pihaknya akan menginformasikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa pita frekuensi ini layak digunakan oleh jaringan 5G industri seluler.

Exit mobile version