Letusan terbesar sepanjang sajarah, Gunung Tambora, Krakatau dan Galunggung

Letusan gunung terbesar sepanjang sejarah

Letusan gunung terbesar sepanjang sejarah

Indonesia rawan gempa dan letusan gunung berapi karena banyak sekali gunung api aktif yang berada di ring of fire atau cincin api pasifik. Lalu, gunung mana saja yang pernah meletus dahsyat di masa lalu? Yuk, simak faktanya:

Gunung Tambora

Gunung Tambora  (1851)

Gunung Tambora berada di Nusa Tenggara Barat, dan pada tahun 1815, ia mengalami letusan gunung berapi terbesar yang pernah tercatat. Saat itu, Gunung Tambora meledak dengan kekuatan 800 megaton TNT yang merupakan 7 skala VEI (Volcanic Explosivity Index). Saking besarnya ledakan, masyarakat di Maluku, Makassar, Batavia, dan Pulau Sumatera yang jaraknya lebih dari 1.930 km bisa mendengar suara letusan Gunung Tambora.

Ketika Gunung Tambora meledak, dampaknya terjadi di banyak bagian dunia. Pada tahun 1816, dunia menjadi lebih dingin karena material yang keluar dari Tambora saat meledak menghalangi matahari. Ini sampai ke Eropa dan Amerika Utara, di mana mereka juga mengalami cuaca yang sangat buruk. Karena itu, letusan Gunung Tambora diduga menjadi yang paling banyak menelan korban jiwa.

Gunung Krakatau

Gunung Krakatau

Indonesia masih menjadi tempat bagi letusan gunung berapi terbesar berikutnya. Pada tanggal 26 dan 27 Agustus 1883, Krakatau mengeluarkan jutaan ton batuan, abu, magma, dan material vulkanik lainnya. Ledakan besar tersebut membuat suara letusan Gunung Krakatau cukup keras hingga terdengar hingga ribuan kilometer. Letusan itu juga menimbulkan gelombang tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan banyak orang di sepanjang pantai Lampung dan Banten.

Gunung Galunggung

Gunung Galunggung

Gunung Galunggung berjarak 17 km dari pusat Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Pada tahun 1822, Gunung Galunggung mengalami letusan dengan peringkat 5 Skala Volcanic Explosivity Index. Saat itu, ukuran letusan Galunggung lebih besar dari ukuran letusan Gunung Merapi tahun 2010 lalu.

Saat Gunung Galunggung meletus, terjadi hujan pasir panas yang kemudian berubah menjadi abu halus, awan panas, dan lahar.

Exit mobile version